Transformasi Surveyor Indonesia Dongkrak Kinerja Keuangan, Fokus Diversifikasi 4 Sektor

Tahun ini PT Surveyor Indonesia berusia 31 tahun sejak didirikan pada 1 Agustus 1991. Dengan bertambah usia, Surveyor Indonesia tengah bertransformasi

Editor: Mega Nugraha
kompas.com
PT Surveyor Indonesia BUMN 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Tahun ini PT Surveyor Indonesia berusia 31 tahun sejak didirikan pada 1 Agustus 1991. Dengan bertambah usia, Surveyor Indonesia tengah bertransformasi.

Salah satunya lewat diversifikasi produk jasa berbasis survei, verifikasi, monitoring, dan konsultansi serta mengoptimalkan kekuatan sebagai Independent assurance.

"Fokus diversifikasi itu pada penguatan 4 sektor, antara lain institusi kelembagaan, infrastruktur, mineral dan batubara, migas dan sistem pembangkit," kata Corporate Secretary PT Surveyor Indonesia, David Januardi dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, Sabtu (10/12/2022).

Pada 5 Mei, pemerintah PP Nomor 66 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia.

Hal itu, kata dia, secara prinsip menandai babak baru perjalanan tiga perusahaan jasa survey. Terdiri dari PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT SUCOFINDO, dan PT Surveyor Indonesia menjadi Holding BUMN Jasa Survei dengan nama ID Survey.

Baca juga: Badan Informasi Geospasial, ISI dan Itenas Bandung Gelar Kongres Surveyor se-ASEAN

"Kami menyadari bahwa transformasi adalah suatu hal yang berkelanjutan, terlebih dalam menghadapi era turbulency, uncertainty, novelty, ambiguity dan disrupsi," katanya.

Menyikapi tantangan tersebut, pihaknya tahun ini melalui serangkaian transformasi dan berkomitmen untuk mengimplementasikan lima agenda besar sebagai quick wins transformasi tahun 2022.

Lima hal itu meliputi business & portfolio management, organization & business process, HC & Capabilities, Asset Optimization serta Culture & Communication Strategy.

"Hal itu berdampak pada kinerja keuangan Surveyor Indonesia per Oktober 2022, dimana pendapatan Usaha Year-to-date sebesar 1,358 M setara dengan 100 persen dengan target RKAP sampai dengan periode yang sama, dan mengalami kenaikan 8,9 % Year-on-year dibandingkan dengan pendapatan tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober," kata David.

Baca juga: Elektabilitas Erick Thohir Melejit Berkat Kinerja Brilian Benahi BUMN

Kemudian, Ebitda sampai Oktober tercatat bertumbuh 18 % dari Ebitda sampai Oktober tahun 2021. Lalu margin Ebitda sebesar 18,1 % meningkat 1,4 % dari Margin EBITDA tahun 2021.

"Kondisi itu menggambarkan adanya pertumbuhan usaha dengan proses bisnis yang menekankan pada peningkatan efisiensi dan profitabilitas," kata dia.

Di sisi lain, Surveyor Indonesia juga sedang diterpa isu tak sedap terkait dugaan korupsi Skema Kredit Ekspor Berbasis Perdagangan (SKEBP) Sapi dan Rajungan PT Surveyor Indonesia.

Terkait hal itu, manajemen menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

"Dan mendukung untuk memberikan data dan informasi dalam bentuk apapun guna penyelesaian kasus tersebut. Sebagaimana arahan Menteri BUMN bahwa pelaporan kasus korupsi di perusahaan merupakan bukti berjalannya implementasi Good Corporate Governance (GCG) di perusahaan," kata dia.

Dia menambahkan, manajemen telah memperkuat sistem pengendalian internal untuk mencegah segala bentuk pelanggaran peraturan.

"Sehingga Surveyor Indonesia dapat mewujudkan kinerja yang lebih baik, berdaya saing global, dan memberikan layanan terbaik dan nilai tambah kepada pelanggan," katanya.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved