Polisi Gerebek Rumah Dijadikan Gudang di Rancaekek Bandung, Amankan Miras Ribuan Botol

Polisi menggerebek rumah berwarna putih abu berpagar besi hitam di Jalan Suplier, Blok V, Kompleks Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek,

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Polisi mengamankan minuman keras dari rumah yang dijadikan gudang di Jalan Suplier, Blok V, Komplek Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (9/12/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUBJABAR.ID, BANDUNG - Polisi menggerebek rumah berwarna putih abu berpagar besi hitam di Jalan Suplier, Blok V, Kompleks Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (9/12/2022).

Rumah tersebut digerebek jajaran Polresta Bandung karena digunakan untuk gudang minuman keras (miras).

Miras itu dipasarkan ke warung-warung yang ada di Bandung Raya. 

Penggerebekan itu menarik perhatian warga.

Polisi memasang garis polisi setelah barang bukti minuman keras yang diamankan dibawa dengan dua truk.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, mengatakan, pengungkapan gudang miras itu berawal adanya laporan dari warga.

Baca juga: Kecelakaan di Sumedang, Sopir Pikap yang Tabrak Truk Diduga Terpengaruh Minuman Keras

"Diduga digunakan sebagai gudang miras bertahun-tahun. Dari gudang minum keras didistribusikan ke warung-warung di wilayah Bandung Raya, tepatnya Kota Bandung, Kabupaten Bandung, KBB, dan Cimahi," ujar Kusworo di rumah yang dijadikan gudang miras tersebut.

Kusworo mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 8.400 botol miras dengan berbagai merek.

"Yang ada di dalam rumah ini sebanyak 700 dus, per dusnya berisi 12 botol. Ada juga yang 24 botol," kata Kusworo.

Kusworo mengatakan, untuk sementara tersangkanya baru satu orang, yakni NP.

Polisi belum belum menggali untuk mencari keterlibatan pihak lain di kasus ini.

Baca juga: Polsek Caringin Sukabumi Gerebek Rumah Makan, Ternyata Nyambi Menjual Minuman Keras

Kusworo mengatakan, pihaknya juga belum bisa mengorek lebih dalam keterangan dari NP mengenai sudah berapa lama dia berbisnis hitam ini.

"Itu masih belum dijawab, secara detail dari tersangka, tapi informasi yang kami terima sudah bertahun-tahun," katanya.

Menurut Kusworo, tersangka mendapatkan minuman keras tersebut  dari berbagai tempat.

"Yang pasti ada juga, yang didapatnya (dengan membeli) secara online," tuturnya.

Kusworo mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil Operasi Pekat Lodaya 2022, yang memang menyasar miras.

"Sekaligus mengamankan serta mengondusifkan perayaan Natal dan tahun baru 2023. Kita ingin malam tahun baru di Kabupaten Bandung tidak di warnai pesta miras," ucapnya. (*)

Baca berita lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved