Pemilik Rumah di Bandung yang Jadi Lokasi YouTuber Bikin Konten Horor Siap Buat Laporan Baru

Erma Hermina, satu di antara ahli waris rumah kosong yang dimasuki 10 YouTuber pembuat konten horor tanpa izin, bakal membuat laporan baru ke polisi.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Polisi memasang garis polisi di rumah yang dijadikan tempat membuat konten YouTube horor, di Jalan Sawah Kurung, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Erma Hermina, satu di antara ahli waris rumah kosong yang dimasuki 10 YouTuber pembuat konten horor tanpa izin, bakal melayangkan laporan baru ke Polda Jabar.

Laporannya terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong atau hoaks atas konten video horor yang dibuat 10 YouTuber di rumah milik almarhumah ibunya di Jalan Sawah Kurung, Kota Bandung.

"Saya laporkan UU ITE-nya, nama baik ibu saya sudah dihancurkan, penghinaan, dan banyak hal yang menyakitkan untuk saya. Makanya saya, ke mana pun akan dilakukan untuk mencari keadilan," ujar Erma saat dihubungi, Jumat (8/12/2022).

Erma menyebut, dalam konten video 10 YouTuber itu terdapat narasi yang membuatnya sakit hati. Juga ada informasi bohong terkait rumah dan isinya.

Baca juga: Kasus 10 Youtuber di Bandung Pembuat Konten Horor di Rumah Kosong Tanpa Izin, Ini Suasana Sidangnya

"Kebohongannya itu, dia memberikan narasi bahwa rumah itu sudah terbengkalai ada yang tiga tahun, tujuh tahun, bahkan 10 tahun. Nah, berita bohongnya juga dibikin macam-macam karena ini 10 Youtuber, sampai (disebut) ada kuntilanak dan arwah penasaran. Itu sangat menyakitkan sekali. Orang luar tiba-tiba memberikan seperti itu hanya untuk keuntungannya dia sendiri," katanya.

Pihaknya mengaku sudah menyiapkan semua video yang dibuat 10 YouTuber itu untuk bukti laporan ke polisi.

"Sebetulnya konten horor 10 Youtuber itu sudah di-backup, walaupun mereka sudah hapus. Videonya ada lengkap semua karena sebelum mereka hapus saya backup dulu," ucapnya.

Sebelumnya, Erma juga sempat membuat laporan ke Polda Jabar terkait dugaan pencurian dan memasuki rumah orang lain tanpa izin.

Baca juga: Perkaranya Dihentikan, Pemilik Rumah yang Dijadikan Konten Horor Youtuber Bakal Tempuh Jalur Ini

Namun, laporan tersebut penyelidikannya tidak berlanjut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, dalam kasus dugaan 10 YouTuber yang membuat konten horor di rumah tanpa izin telah dilakukan gelar perkara dan terdapat sejumlah fakta-fakta.

"Hasilnya dihentikan karena bukan merupakan peristiwa pidana," ujar Ibrahim Tompo, saat dihubungi, Selasa (18/10/2022). (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved