Selasa, 5 Mei 2026

Piala Dunia 2022

Jadwal 8 besar Piala Dunia 2022 Kroasia vs Brasil, Neymar Cs Siap Berdansa Lagi

Jadwal 8 besar Piala Dunia 2022 Brasil vs Kroasia di Stadion Education City, Ar-Rayyan, Qatar, Jumat (9/12) malam nanti.

Tayang:
Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribunnews.com
Grafik data dan fakta babak 8 besar Piala Dunia 2022, Kroasia vs Brasil, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Jadwal 8 besar Piala Dunia 2022 Brasil vs Kroasia di Stadion Education City, Ar-Rayyan, Qatar, Jumat (9/12) malam nanti.

Brasil menyambut tantangan Kroasia dengan penuh percaya diri dalam perempat final Piala Dunia 2022.

Optimisme pasukan Selecao tergenjot setelah sang ikon, Neymar pulih, dan menginspirator timnya dalam kemenangan memukau 4-1 atas Korea Selatan di babak 16 besar lalu (6/12).

Gol-gol menawan dari Vinicius Junior, Richarlison, dan Lucas Paqueta serta penalti dari Neymar, mengirimkan pesan yang tidak menyenangkan kepada rival-rival mereka di Qatar.

Baca juga: Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2022 Hari Ini, Brasil Sambut Kroasia dengan Pede

Sepak bola gaya Samba, yang seperti sebuah tarian mengalir bebas, dan penuh kegembiraan tapi sarat ancaman, setidaknya selama 45 menit pertama, membuahkan empat gol ke gawang tim Ksatria Taeguk.

Para pemain Brasil pun merayakan gol mereka dengan suka cita, dan memamerkan gerakan khas tarian mereka.

Bahkan, Neymar dan kawan-kawan mengajak Tite, pelatih yang berusia 61 tahun, untuk ikut bergabung menari bersama.

Begitu memukau aksi Selecao di Stadion 974 Doha itu sehingga penampilan mereka disejajarkan dengan tim Brasil terbaik dan paling menghibur, dari tim Pele tahun 1970 hingga tim tahun 1982 yang dipimpin oleh Socrates.

Pekikan "Jogo Bonito" alias "Permainan yang Indah" pun bergema kembali.

Namun, ini yang harus digaris-bawahi, sepak bola indah Selecao itu hanya terjadi dalam satu pertandingan.

Dan, jangan lupa, hal itu terjadi setelah pasukan Tite hanya mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan grup, dan juga kalah dari Kamerun --kekalahan pertama mereka di putaran pembukaan Piala Dunia sejak 1998.

Melawan Kroasia, yang notabene adalah runner-up Piala Dunia 2018, Brasil pastinya sudah puas dengan kemenangan yang pragmatis, yang sederhana, dan tak perlu sepak bola mewah yang menghibur seperti diperagakan saat melawan Korsel.

Pasalnya, tim Selecao dalam sejarahnya di Piala Dunia selalu kesulitan menghadapi tim-tim top dari Eropa.

Penyerang Brasil #10 Neymar (kanan) merayakan dengan penyerang Brasil #20 Vinicius Junior setelah ia mencetak gol kedua timnya dari titik penalti selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Brasil dan Korea Selatan di Stadion 974 di Doha pada bulan Desember 5, 2022. (MANAN VATSYAYANA / AFP)
Penyerang Brasil #10 Neymar (kanan) merayakan dengan penyerang Brasil #20 Vinicius Junior setelah ia mencetak gol kedua timnya dari titik penalti selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Brasil dan Korea Selatan di Stadion 974 di Doha pada bulan Desember 5, 2022. (MANAN VATSYAYANA / AFP) (MANAN VATSYAYANA / AFP)

Sejak mereka memenangkan trofi kelima pada tahun 2002, Brasil selalu kalah dari tim top Eropa, termasuk kekalahan 7-1 di tangan Jerman di kandang sendiri pada tahun 2014. Dan juga kekalahan dari Belgia empat tahun lalu di Rusia.

"Kami bermimpi memenangkan gelar, itu sudah jelas, tapi kami harus melangkah selangkah demi selangkah," kata Neymar setelah kemenangan atas Korea Selatan.

"Ini adalah pertandingan keempat. Masih ada tiga pertandingan lagi tetapi kami siap. Pikiran kami terfokus untuk memenangkan gelar," ujar striker Paris Saint Germain ini.

Neymar kembali ke starting line-up di laga lawan Korsel pada 16 besar lalu, setelah absen gara-gara cedera engkel kaki dalam dalam kemenangan pembukaan Brasil 2-0 atas Serbia.

Penjaga gawang Timnas Kroasia, #01 Dominik Livakovic (kiri) bersama rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan mereka setelah adu penalti dalam laga sepak bola babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar antara Jepang melawan Kroasia di Stadion Al-Janoub, di Al-Wakrah, selatan Doha, Qatar, Senin (5/12/2022) waktu setempat. AFP/INA FASSBENDER
Penjaga gawang Timnas Kroasia, #01 Dominik Livakovic (kiri) bersama rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan mereka setelah adu penalti dalam laga sepak bola babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar antara Jepang melawan Kroasia di Stadion Al-Janoub, di Al-Wakrah, selatan Doha, Qatar, Senin (5/12/2022) waktu setempat. AFP/INA FASSBENDER (AFP/INA FASSBENDER)

Kabar gembira lainnya, bek kiri Danilo pun sudah pulih, dan siap merumput kembali. Pelatih Tite telah kehilangan bek sayap lainnya, Alex Telles, selama sisa turnamen. Untungnya, stok bek yang lain, Alex Sandro sudah berlatih lagi, dan siap diturunkan.

Kroasia di sisi lain seperti sedang menapaktilasi perjalanan di Piala Dunia 2018. Empat tahun lalu di Rusia, mereka mencapai final setelah melewati perpanjangan waktu dalam tiga laga berturut-turut.

Di babak 16 besar lalu, tim berjuluk Vatreni ini membutuhkan tambahan waktu setengah jam, serta penalti untuk mengalahkan Jepang.

Salah satu alasan Kroasia meluncur ke delapan besar adalah berkat kepahlawanan Kiper Dominic Livakovic. Kiper Dinamo Zagreb berusia 27 tahun ini menggagalkan tiga tendangan pemain Jepang. Rekornya sejauh ini juga cemerlang dengan hanya dua kali kebobolan, dan dua kali clean sheet.

Sang kiper dipastikan akan sangat sibuk di perempatfinal ini mengingat Brasil punya para penyerang handal, mulai dari Neymar, Vinícius Júnior, dan Richarlison.

Sama seperti empat tahun lalu, skuat asuhan Zlatko Dalic masih dipimpin oleh Luka Modric yang berusia 37 tahun. Tapi mereka sangat percaya diri.

"Saya pikir semua orang di dunia mengetahui nilai Luka Modric. Dia pemimpin kami, pemain terbaik kami, dan kami bangga memilikinya di lapangan," kata Mateo Kovacic.

"Kami terbiasa dengan pertandingan fisik yang sangat berat di Liga Premier dan itu adalah sesuatu yang ingin kami tunjukkan melawan Brasil," tambah pemain Chelsea itu bertekad.

Apapun yang terjadi, mencapai tahap perempat final setelah jadi runner-up di Piala Dunia 2018 lalu adalah pencapaian yang patut dirayakan untuk negara yang hanya berpenduduk empat juta orang.

Tapi Kroasia, yang baru kalah sekali sejak Kejuaraan Eropa tahun lalu, yakin mereka bisa bersaing. Dan mereka menjadikan kemenangan atas Prancis pada Nations League di Paris pada Juni lalu sebagai rujukan untuk diikuti.

"Kami memiliki permainan yang sangat bagus di sana, dengan penguasaan bola yang penting juga, dan kami harus mempertahankan bola melawan Brasil," kata Kovacic. (tribun network/den)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved