Mitigasi di Lingkungan Pendidikan Harus Segera Digencarkan untuk Mencegah Terorisme

Mitigasi di lingkungan pendidikan harus segera digencarkan untuk mencegah terjadinya terorisme

istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aksi terorisme seperti yang terjadi di Markas Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022), membuat semua pihak harus memikirkan cara paling efektif dalam memberantas paham terorisme. Sehingga, aksi serupa tidak terjadi lagi di masa datang.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid.

Anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini mengatakan penyebaran paham radikalisme yang berujung pada terorisme harus diwaspadai sejak dini. Di antaranya, dari pendidikan.

"Ini harus dilakukan baik di pendidikan formal maupun informal. Jadi kalau pendidikan formal, sekolah harus memberikan pemahaman yang cukup kepada anak didik bahwa Pancasila ini sudah final, dan jangan ada pikiran bahwa Pancasila itu tidak agamis karena ini jelas-jelas mengakomodasi nilai-nilai agama, termasuk keislaman," kata Ali Rasyid, Kamis (8/12/2022).

Ia mengatakan sekolah juga harus memberikan pemahaman terhadap anak didik mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Sekolah pun harus melakukan mitigasi pemikiran terhadap anak didik, baik yang di tingkat SMP, SMA, sampai perguruan tinggi.

"Saya khawatir, apalagi menjelang Natal atau Tahun Baru. Jadi ini harus diingatkan kepada sebagian orang yang berpikiran menyimpang dari Pancasila, kalian harus sadar harus bahwa terorisme ini mengorbankan banyak pihak termasuk keluarga," katanya.

Ia mengatakan edukasi antiradikalisme dan antiterorisme secara maksimal harus dilakukan karena ini bagian dari pada mitigasi.

Sehingga, tidak ada satupun yang berpikiran menyimpang.

"Secara history, kelompok-kelompok ini menyusup ke sekolah, ke kampus. Walaupun kami misalkan baik di DPRD Jabar maupun DPR RI, maupun DPD RI, melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, menurut saya ini tidak cukup," katanya.

Ia mengatakan untuk mengatasi ini, harus dilakukan oleh banyak elemen masyarakat, tidak cukup dari anggota dewan. 

"Jadi, sekolah dan semua lembaga harus melaksanakan pemahaman, baik di pendidikan tinggi dan sekolah, baik di lingkungan BUMN dan BUMD, di lingkungan swasta atau manapun, ini harus melakukan pencerahan terhadap pemahaman ini," ujar Ali Rasyid.

Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan paham menyimpang ini menyusup ke instansi-instansi dan inilah yang dikhawatirkan.

"Jadi kalau ini tidak dimitigasi dengan serius, ini bisa menyusup ke mana saja. Kita sudah banyak bukti, paham ini menyusup ke berbagai instansi. Jadi para pimpinan lembaga baik di institusi pendidikan maupun lembaga-lembaga, yang profesi pekerjaan, di manapun, ini memang harus ada semacam kajian rutin," tuturnya.

Di sekolah dan tempat pendidikan harus dilakukan pemberian pemahaman secara berkala mengenai dampak negatif terorisme.

Juga dalam pengajian ataupun ceramah keagamaan.

Juga mencegah jangan sampai paham menyimpang ini masuk ke lingkungan pendidikan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved