Piala Dunia 2022

Kiper Maroko, Yassine Bounou Pahlawan Singa Atlas di Piala Dunia 2022 Matanya Berkaca-kaca

Suasana konferensi pers kemenangan Maroko 3-0 atas Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Stadion Education City, Ar-Rayyan, Qatar, Rabu

JACK GUEZ/AFP
Kiper Maroko Yassine Bounou membelokkan tendangan penalti dari gelandang Spanyol Sergio Busquets yang membawa kemanangan Timnas Maroko saat duel adu penalti di pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Maroko dan Spanyol di Stadion Education City di Al-Rayyan, barat Doha. Selasa (6 Desember 2022). (JACK GUEZ/AFP) 

TRIBUNJABAR.ID - Suasana konferensi pers kemenangan Maroko 3-0 atas Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Stadion Education City, Ar-Rayyan, Qatar, Rabu (7/12) berlangsung mengharukan.

Tepuk tangan langsung membahana saat Kiper Maroko, Yassine Bounou, yang jadi pahlawan dalam drama adu penalti, masuk ke dalam ruangan.

Dia didampingi sang pelatih, Walid Reragui yang juga mendapatkan sambutan hangat.

Saat sesi tanya jawab, ternyata tak ada jurnalis yang mengajukan pertanyaan. Alih-alih dari tiga jurnalis, semuanya dari Maroko, bergantian mengucapkan terima-kasih kepada sang kiper, bahkan ada yang sampai menangis.

Baca juga: Maroko vs Portugal, Perempat Final Piala Dunia 2022, Singa Atlas Dapat Dukungan dari Seluruh Afrika

"Saya tidak punya pertanyaan," kata seorang jurnalis memulai.

“Saya ingin berterima kasih. Anda telah mendapatkan kepercayaan dari generasi baru Maroko. Dari 40 juta rakyat Maroko. Saya sedang berbicara, dan saya meneteskan air mata,” ujar jurnalis tersebut.

Jurnalis yang lain, juga ikut meluapkan emosinya.

"Kamu telah membuat kami sangat bahagia. Kamu telah membuktikan bahwa kamu adalah singa dan kamu mengaum," ujarnya.

Yassine Bounou, yang biasa dipanggil Bono, tampak tersenyum-senyum dengan mata berkaca-kaca mendapat sanjungan seperti itu.

Kiper Sevilla berusia 31 tahun ini dengan rendah hati menyebut keberhasilannya menepis dua tendangan lawan adalah hasil dari sedikit intuisi, dan sedikit keberuntungan.

"Anda tahu penalti, ini sedikit intuisi, sedikit keberuntungan," kata Bounou kepada beIN Sports.

"Kami menang, itu yang paling penting. Angkat topi untuk seluruh tim, mereka melakukan pekerjaan dengan baik, luar biasa."

"Tidak mudah untuk tetap fokus selama 120 menit, melawan tim Spanyol yang mendominasi bola dengan baik, yang menguasai bola. Ketika Anda menjalani saat-saat seperti ini, terkadang sulit untuk menyadarinya. Kami akan berusaha menghindari kebisingan di sekitar kami, tetap fokus pada diri kami sendiri, pada pekerjaan kami, pemulihan kami," ujar sang kiper.

Duel di Education City itu sebenarnya berlangsung berat sebelah. Spanyol mendominasi penguasaan bola sampai 77 persen, dengan 13 kali melepaskan tendangan, meski hanya satu yang akurat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved