Polres Sukabumi Kota Berlakukan Tilang Elektronik Mulai Januari 2023, Saat Ini Sosialisasi

Pihak Polres Sukabumi Kota akan menerapkan tilang elektronik di sejumlah titik ruas jalan di wilayahnya.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Personel Satlantas Polres Sukabumi Kota melakukan memeriksa kelengkapan surat sepeda motor dalam razia. Polres Sukabumi Kota akan berlakukan tilang elektronik mulai awal tahun depan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pihak Polres Sukabumi Kota akan menerapkan tilang elektronik di sejumlah titik ruas jalan di wilayahnya.

Rencananya, tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE), sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, akan diberlakukan pada awal 2023.

Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP Tejo Retno, mengatakan, pihaknya tengah menyosialisasikan tilang ETLE.

"Sosialisi ini dilakukan sejak 1 Desember dan akan berakhir 23 (Desember) mendatang. Pasalnya, kita akan mulai melakukan tilang menggunakan aplikasi ini pada 2023 nanti," ujar Tejo Retno, Selasa (6/12/22).

Jika tahapan sosialisasi selesai, kata Tejo, maka petugas akan melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dengan menggunakan aplikasi ETLE Lodaya.

Baca juga: Warga Kota Bandung Wajib Tahu, Mulai Pekan Depan, Polisi Bakal Lakukan Tilang Lewat HP

Pelanggaran yang ter-capture nantinya akan divalidasi dan verifikasi oleh petugas yang berada pada ETLE backoffice untuk selanjutnya dibuatkan pemberitahuan kepada pelanggar.

"Setelah dilakukan verifikasi, para pelanggar akan diberikan waktu 8×24 jam untuk komfirmasi pelanggaran yang sudah dilakukan dengan menjawab email, mengunjungi website atau bisa datang langsung ke posko ETLE di Satpas Polres Sukabumi Kota," jelas Tejo.

Nantinya, tutur Tejo, pelanggar akan diberikan tilang oleh petugas yang berada di posko ETLE sebagai syarat medaptakan kode briva untuk membayar kode tilang.

"Nantinya jika sudah mendapatkan kode itu para pelanggar tinggal membayar denda tilang melalui bank yang sudah bekerja sama dengan aplikasi ETLE ini," ucapnya.

Kemudian, jika pelanggar tidak melakukan komfirmasi selama 8×24 jam dan tidak membayar denda tilang maka sanksinya akan dilakukan pemblokiran STNK sementara.

Baca juga: Tilang ETLE, Mobil di Rumah Saat Kejadian Tapi Dikirimi Blangko Surat, Diduga Pelat Dipalsukan

"Nanti pelanggar tidak bisa melakukan administrasi, mulai pembayaran pajak perpanjang STNK. Harus dibayar terlebih dahulu sehingga nanti kita akan buka kembali blokirnya," ucapnya.

Keuntungan dari sistem tilang elektronik, kata dia, bisa meminimalisasi pungli dan mekanisme tilang akan lebih rapi.

"Karena semua masuk ke dalam sistem bahkan untuk denda pun nanti masuk langsung ke dalam bank," ucapnya. (*)

  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved