Kemenperin Gandeng Jenama Lokal untuk Bangkitkan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut

Sejumlah pelaku usaha sepatu di sentra industri sepatu Cibaduyut, mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Adorable Project untuk mengembangkan usaha

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Direktur Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita (tengah) saat diwawancarai di Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (5/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pelaku usaha sepatu di sentra industri sepatu Cibaduyut, mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Adorable Project untuk mengembangkan usahanya.

Adorable Project sendiri merupakan jenama yang fokus di bidang alas kaki berpengalaman yang dianggap mampu membangkitkan kembali sentra industri sepatu Cibaduyut, Kota Bandung.

Direktur Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita mengatakan, kolaborasi ini akan fokus di bidang alas kaki untuk menciptakan inovasi baru sesuai perkembangan jaman.

Baca juga: Banjir Sering Terjadi di Gedebage hingga Cibaduyut Bandung, Sekda Kota Bandung Sebut Ini Masalahnya

"Kita lakukan bersama, berkolaborasi untuk mendongkrak lagi, menumbuhkan lagi IKM (industri kecil dan menengah) alas kaki Cibaduyut seperti eranya tahun 90-an," ujar Reni saat ditemui di Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (5/12/2022).

Total ada 10 IKM dari Cibaduyut yang bakal mendapatkan sejumlah pengalaman baru dalam menjalankan bisnis di era teknologi saat ini.

Menurutnya, saat ini para pelaku usaha tidak dapat hanya mengandalkan sistem penjualan offline saja yang bersifat konservatif.

"Sehingga transformasi digital dan inovasi menjadi penting mengingat semakin cepat berkembangnya kemampuan industri maupun kebutuhan konsumen yang memberikan dampak signifikan pada proses bisnis industri termasuk di sektor industri alas kaki," katanya.

Industri Alas Kaki, kata dia, merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi pasar lokal dan global yang harus dapat diisi oleh produk dalam negeri.

Bahkan, kata dia, menurut data World Footwear Yearbook 2022, Indonesia merupakan konsumen produk alas kaki terbesar keempat di dunia dengan total konsumsi mencapai angka 806 juta pasang sepatu atau 3,8 persen dari total konsumsi produk alas kaki dunia di tahun 2021.

Adapun pada tahun 2021, dia mengatakan Indonesia juga merupakan eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia setelah China dan Vietnam.

Baca juga: Ridwan Kamil Siap Bikin Desain Baru Tugu Sepatu Cibaduyut, Dorong Flayover Segera Diresmikan

Menurutnya kuantitas ekspor produk alas kaki Indonesia mencapai angka 427 juta pasang, atau 3,3 persen dari total produk alas kaki yang diekspor di seluruh dunia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah menambahkan, sentra sepatu Cibaduyut merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi para wisatawan di era tahun 90-an. Namun dia menilai kini sentra sepatu Cibaduyut kini lebih lesu dibanding era tersebut.

"Selain Cibaduyut juga ada sentra rajut di Binongjati, saat itu masih pandemi Covid-19 tapi sentra rajut masih eksis, malah bisa ekspor ke Selandia Baru," ujar Elly.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved