Buruh Sampaikan Tiga Tuntutan tentang Upah di Gedung Sate, Janji Besok Datang Lagi

Ratusan buruh di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2022) sore.

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Deanza Falevi
Massa aksi buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2022). Mereka menuntut kenaikan UMK sebesar 10 persen. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan buruh di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2022) sore.

Mereka melakukan aksi itu menjelang pengumuman upah mininum kabupaten/kota (UMK) yang akan dilakukan Gubernur Ridwan Kamil, Rabu (7/12/2022).

Pantauan Tribunjabar.id di lokasi, buruh yang melakukan aksi tersebut merupakan massa dari berbagai elemen seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), hingga Serikat Buruh Sejahtera Independen (SBSI) 92. 

Mereka menuntut kenaikan UMK 2023 sebesar 10 persen atau jumlah maksimal yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

Satu di antara peserta aksi, Wahyu Dadan (36), dari Serikat Buruh Purwakarta, mengatakan, penetapan angka maksimal sebesar 10 persen perlu dilakukan karena upah buruh tidak tidak naik beberapa tahun.

Dia juga mengatakan, buruh berhak mendapatkan kenaikan UMK 2023 sebesar 10 persen karena telah sesuai dengan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Baca juga: 2 Tahun UMK Tak Naik, Buruh Minta Gubernur Setujui Rekomendasi Bupati dan Wali Kota tentang UMK 2023

"Penetapan angka maksimal 10 persen itu juga dilakukan karena ketentuan tentang kenaikan UMK dengan menggunakan PP Nomor 36, juga Permenaker Nomor 18 kurang berpihak bagi buruh," kata Wahyu kepada Tribunjabar.id di lokasi unjuk rasa, Selasa.

Aksi unjuk rasa yang ditunjukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, menurut Wahyu, massa memiliki tiga tuntutan.

"Pertama, bila Pemprov Jawa Barat tidak bisa memenuhi kenaikan UMK 2023 dengan nilai maksimal 10 persen, maka kami menuntut untuk penetapan kenaikan UMK 2023 sesuai dengan rekomendasi dari bupati atau wali kota," ujarnya.

"Kedua, kami juga menuntut untuk penetapan upah bagi pekerja dengan masa kerja di atas satu tahun," tambah Wahyu.

Lalu, yang terakhir, Wahyu mengatakan, buruh juga menuntut mengenai penetapan upah di atas upah minimum.

Baca juga: Kawal Rekomendasi Kenaikan UMK 27 Persen Tak Berubah, Buruh Bandung Barat Akan Demo di Gedung Sate

Sebelum mengakhiri unjuk rasa pada pukul 16.30 WIB, massa menyatakan akan berunjuk rasa lagi pada hari pengumuman penetapan kenaikan UMK 2023, besok.

"Kami akan kembali menuntut hak-hak kami saat pengumuman penetapan kenaikan UMK 2023. Kami akan menggelar unjuk rasa kembali di Gedung Sate dan Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat, Ridwa Kamil," kata Wahyu. (*)

Baca berita lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved