Gempa Bumi di Cianjur

Bantuan Tahap Pertama Segera Disalurkan, 8.300 Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur Akan Dibantu

Ada dua mekanisme bantuan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan, yaitu, direlokasi dan dibangun di tempat semula

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Ilustrasi rumah rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur 

Laporan Kontributor Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyebutkan akan segera menyalurkan bantuan uang renovasi tahap terhadap sebanyak 8.300 rumah rusak.

Asda II Pemkab Cianjur, Budi Rahayu Toyib mengatakan, dalam tahap pertama penyaluran bantuan dana bagi rumah rusak Surat Keputusan (SK) Bupati telah dibuatkan.

"Bantuan yang bentuknya dana sesuai dengan mekanisme pusat itu akan disalurkan akan langsung masuk kedalam rekening, yang akan mendapatkan bantuan itu rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan 10 juta rusak ringan," ucapnya pada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Sementara ini lanjut dia, tahap pertama yang telah mendapatkan SK Bupati hasil dari assesment ada sebanyak 8.300 rumah. Dan akan disalurkan pada Kamis (8/12/2022) pekan ini.

"Jadi penyaluran ini akan dilakukan secara bertahap, dan jika ada masyarakat yang bertanya kenapa belum masuk, karena proses assementnya masih berjalan, semua yang sudah terdaftar by name by addres di BNPB kemarin itu akan diverifikasi tim, dan diserahkan kepada kami," ucapnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah hanya menerima hasil dari BNPB dan bertugas untuk membuat SK. Setelah dibuatkan SKnya akan langsung diusulkan ke pemerintah pusat.

"Jadi sekali lagi itu dana itu akan langsung masuk ke rekening masing-masing dan prosesnya dilakukan secara bertahap," kata dia.

Baca juga: Pilu Sri, Datangi Jokowi Minta Pencarian Korban Gempa Dilanjut, Menangis saat Teriaknya Tak Didengar

Selain itu ia mengatakan, berdasarkan arahan dari pemerintah pusat, ada dua mekanisme bantuan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan, yaitu, direlokasi dan dibangun di tempat semula.

"Jadi untuk rumah warga yang tidak boleh dibangun kembali itu akan direlokasi ditempat yang telah disediakan. Sedangkan rumah yang masih boleh dibangun akan mendapatkan bantuan berupa uang untuk memperbaiki rumah," kata dia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved