Banjir di Kota Sukabumi Sebabkan Sembilan Jiwa Mengungsi di Rumah Tesa BPBD, Termasuk Balita

Sejumlah warga Kota Sukabumi mengungsi akibat dampak banjir yang terjadi pada Senin (5/12/2022).

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Dok. BPBD Kota Sukabumi
Warga terdampak banjir di Kota Sukabumi yang mengungsi di rumah tesa BPBD Kota Sukabumi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sejumlah warga Kota Sukabumi mengungsi akibat dampak banjir yang terjadi pada Senin (5/12/2022).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Imran Wardhani, mengatakan, ada sembilan jiwa yang mengungsi akibat banjir itu.

"Ada satu kepala keluarga (KK) terdiri dari sembilan jiwa yang mengungsi ke rumah tempat evakuasi sementara," ucap imran, Selasa (6/12/2022).

Sembilan jiwa itu mengungsi di rumah tempat evakuasi sementara (tesa) yang berada di Jalan Pajagalan Gang Santari, No 11 RW 03 Kelurahan Nyoplong, Kecamatan Warudoyong.

"Warga yang mengungsi ini merupakan warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh. Sejak malam tadi dievakuasi dan tinggal di rumah tesa," tutur Imran. 

Pihak BPBD sudah memeriksa kesehatan dan memberikan paket sembako kepada pengungsi.

Baca juga: Hujan Deras di Sukabumi Picu Longsor dan Banjir, BPBD Sebut Cuaca Ekstrem

"Alhamdulillah semuanya sehat, termasuk ada balita juga sudah diperiksa kesehatannya," kata Imran.

Sebelumnya, hujan deras yang terjadi sejak Senin (5/12/2022) sore berdampak luar biasa.

BPB Kota Sukabumi mencatan belasan peristiwa terjadi yang terdiri atasbajir, tanah longsor, dan rumah roboh. 

Imran mengatakan, hasil pendataan hingga pukul 18.00 WIB, ada 16 kejadian akibat hujan deras. 

"Kejadian didominasi oleh banjir yang berada di delapan titik, longsor empat titik, pohon tumbang, dan rumah ambruk," tuturnya. 

Baca juga: Kolaborasi dengan Puskesmas, Lapas Kelas IIB Sukabumi Lahirkan Program Lasegar

Akibat dari banjir beberapa rumah sempat terendam dan satu rumah rusak. 

BPBD telah menginventarisasi kejadian, termasuk penangangan di lokasi kejadian. (*)

Baca berita lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved