Pendampingan Pelatihan Batik Kreatif Diatas Kayu di SMA Kebangsaan - Tangerang Selatan

SMA Kebangsaan memiliki waktu pengajaran lima hari penuh dalam satu minggu, Kurikulum mewajibkan siswa untuk mengikuti mata pelajaran seni budaya

istimewa
Pendampingan Pelatihan Batik Kreatif di atas Kayu - SMA Kebangsaan-Tanggerang Selatan 

TRIBUNJABAR.ID,- Kampus Merdeka Belajar Kampus Merdeka - MBKM, merupakan peluang bagi banyak sekolah untuk memanfaatkan jejaring dalam mengimplementasikan proses pembelajarannya. Saling mengakui bobot mata pelajaran dan juga saling belajar siswanya, merupakan sinergi yang sangat baik. Saat ini SMA Kebangsaan yang terletak di jalan Pondok Aren Raya No.31, Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, memiliki waktu pengajaran dalam proses pembelajaran lima hari penuh dalam satu minggu. Kurikulum mewajibkan siswa untuk mengikuti mata pelajaran seni budaya. Materi yang diberikan antara lain, menggambar, membatik dengan lilin panas, mengelola pameran, mengapresiasi karya siswa. Untuk pengayaan materi sekaligus untuk pembelakan bagi siswa terkait dengan life skill, maka pihak sekolah berinisiatif untuk memberikan pelatihan membatik di atas kayu dengan material kayu yang sudah rapih pada bagian permukaannya. Tujuan untuk memberikan ketrampilan sebagai bekal bagi siswa setelah lulus sekolah, mengingat kebanyakan siswa setelah lulus langsung bekerja. Permasalahan yang dihadapi mitra untuk dicarikan solusinya adalah bagaimana proses pengayaan siswa melalui pelatihan membatik diatas media kayu.

Tahapan solusi dalam pengabdian ini, sekaligus dapat menjawab persoalan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah bersinergi dengan perguruan tinggi, agar dapat diberikan pendampingan dalam pelatihan ini. Pendampingan ini melibatkan para mahasiswa sebanyak 8 orang. Mereka akan mendampingi para adik kelas dalam proses pembuatan batik kreatif. Metode yang dipergunakan adalah metode Service Learning (SL method) yaitu metode pemberdayaan masyarakat yang mengitegrasikan antara kegiatan akademis di kampus yang diimplementasikan ke komunitas masyarakat, sehingga mahasiswa  dapat mengimplementasikan kompetensi yang diperolehnya dari mata kuliah yang sudah dipelajarinya kepada masyarakat. Banyak hal yang dapat diperoleh oleh mahasiswa dalam menggunakan metodeservice learning ini, yaitu mahasiswa dapat 1) belajar langsung di lapangan, sekaligus memberikan solusi terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat pengguna (user); 2) mahasiswa memiliki care (nilai kepedulian) terhadap lingkungan dan masyarakat, dituntut untuk memiliki kasih terhadap sesama, serta berpikir logis kritis dalam menjawab tantangan yang ada di masyarakat.

Mahasiswa membagi – bagi cat pewarna untuk proses pembuatan batik kreatif di atas kayu
Mahasiswa membagi – bagi cat pewarna untuk proses pembuatan batik kreatif di atas kayu 

Metode service learning ini melibatkan seluruh tim pengabdi yang berjumlah 10 orang yaitu 5 orang dari dosen lintas Universitas dan 8 orang mahasiswa. Realisasi tahapan dengan metode service learning dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu pada tahap pertama adalah pelaksanaan di ruang kelas dalam mata kuliah lukis wastra dengan bobot 4 SKS, yang menghantarkan  materi pengenalan lukis wastra, dengan metode interaktif yang dilaksanakan dengan cara diskusi kelompok. Pengajaran berlangsung selama 1 semester hingga mahasiswa dapat praktik membuat lukis diatas kain dengan menggunakan material lilin dingin. Selama proses pembelajaran tersebut dosen kelas memberikan pelatihan keterampilan khusus yang dibutuhkan kepada mahasiswa untuk dapat diimplementasikan kepada komunitas masyarakat. Selanjutnya pada tahap kedua adalah Dosen kelas menawarkan ketrampilan batik lilin dingin dan pengembangannya kepada komunitas masyarakat yang membutuhkan sebagai upaya membantu pemecahan masalah yang dihadapi oleh mereka. Selanjutnya berkoordinasi untuk dapat merealisasikan kegiatan pengabdian. Pada tahap ketiga merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan dan tahap keempat merupakan akhir dari kegiatan yaitu monev yaitu pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pelatihan ini. Pemantauan dan evaluasi difokuskan kepada komunitas diwakili oleh siswa dan para guru yang tergabung dalam pelatihan ini. Indikator keberhasilan dalam pengebadian ini adalah wujud dari pelatihan batik di atas kayu dengan menggunakan perintang lilin dingin dan pewarnaan dari jenis dispers.

Penyerahan material untuk membatik kreatif di atas kayu dari ketua tim pengabdi, Ibu Ariesa Pandanwangi yang diterima langsung oleh Ibu Dewi selaku kepala Sekolah SMA Kebangsaan-Tanggerang Selatan.
Penyerahan material untuk membatik kreatif di atas kayu dari ketua tim pengabdi, Ibu Ariesa Pandanwangi yang diterima langsung oleh Ibu Dewi selaku kepala Sekolah SMA Kebangsaan-Tanggerang Selatan. 

Hasil dari proses pembuatan batik kreatif di atas kayu cukup menarik untuk diapresiasi. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan material kepada pihak sekolah yang langsung diterima oleh Kepala Sekolah SMA Kebangsaan, Ibu Dewi yang menyampaikan harapannya semoga kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh siswa siswi sekolah dan kedepannya dapat menjadi bekal mereka, demikian pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved