Erupsi Gunung Semeru, Ribuan Warga Mengungsi Cuma Bawa Dompet: yang Penting Selamat

Ribuan warga dari beberapa desa mengungsi di Balai Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Editor: Ravianto
Istimewa/Tangkapan layar YouTube CCTV Semeru
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu (4/11/2022) dini hari. Guguran awan panas mengarah ke sisi Kobokan, Kecamatan Candipuro dan sisi Lanang, Kecamatan Pronojiwo. 

TRIBUNJABAR.ID, LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi, Minggu (4/12) pagi. Awan panas  meluncur dari puncak kawah Jonggring Saloko sejauh tujuh kilometer ke arah tenggara dan selatan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan statusnya dari level 3 jadi level 4 atau awas pukul 12.00 WIB.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, meminta radius delapan kilometer dari puncak dan sektoral arah tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 kilometer dari puncak steril dari aktivitas manusia.

PVMBG mencatat erupsi disertai awan panas guguran terjadi persis pukul 02.46 WIB dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500 meter di atas puncak.

Sumber awan panas guguran berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak. Awan panas guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur telah mencapai tujuh kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan. 

"Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Semeru," jelasnya.

Gunung Api Semeru kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan awan debu pada Minggu (4/11/2022) dini hari.
Gunung Api Semeru kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan awan debu pada Minggu (4/11/2022) dini hari. (dok warga)

Ribuan warga dari beberapa desa mengungsi di Balai Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Fatini (40), pengungsi asal Desa Sumberwuluh, mengaku panik saat Gunung Semeru erupsi.

"Kami langsung menuju tempat paling aman kemudian bersama-sama menyelamatkan diri," ujar Fatini.

Fatini mengaku trauma. Ia masih ingat erupsi juga terjadi pada 4 Desember 2021. Saat itu puluhan orang meninggal. Banyak rumah rata dengan tanah.

"Ketika dengar kabar ada erupsi langsung tidak bisa mikir apa-apa, pokoknya selamat saja. Saya hanya membawa dompet dan langsung mengajak suami dan dua anak saya menyelamatkan diri," bebernya.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengatakan akan memberlakukan status tanggap darurat selama 14 hari. "Kami masih berfokus pada penanganan bencana. Pendirian dapur umum juga sedang didirikan di sejumlah titik termasuk Desa Penanggal ini," ungkap Thoriqul.

Thoriq mengatakan pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak. "Saya mau ke Kajar Kuning sebentar lagi," tutupnya.

Kemarin siang, awan panas guguran (APG) juga terpantau telah mencapai Jembatan Gladak Perak. Jembatan ini adalah penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang di sisi selatan. 

Thoriqul mengatakan, telah mempersiapkan beberapa langkah darurat untuk warga sekitar Gunung Semeru. Di antaranya membuat posko evakuasi dan pos pengungsian.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved