Breaking News:

9 Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi di Sukabumi Diciduk Polisi, Modus Modifikasi Mobil

Satreskrim Polres Sukabumi menangkap 9 orang pelaku penimbunan BBM Bersubsidi dari tiga kasus yang berhasil diungkap.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Satreskrim Polres Sukabumi menangkap 9 orang pelaku penimbunan BBM Bersubsidi dari tiga kasus yang berhasil diungkap. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Satreskrim Polres Sukabumi menangkap 9 orang pelaku penimbunan BBM Bersubsidi dari tiga kasus yang berhasil diungkap.

Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Dian Poernomo mengatakan, dari kasus pertama pihaknya mengamankan seorang pelaku berinisial A.

"Yang pertama terkait penyalahgunaan BBM Bersubdi kita berhasil mengamankan satu mobil Isuzu Panther dengan inisial tersangka A, dimana kita amankan di wilayah Cibadak," ujarnya kepada awak media, Senin (5/12/2022) siang ini.

Baca juga: Info Harga BBM Subsidi Naik, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Majalengka

Ia menjelaskan, tersangka A memodifikasi mobil Isuzu Panther.

Di dalam mobil itu disimpan sebuah tangki modifikasi yang tersambung ke tangki bawaan mobil.

"Modus dilakukan tersangka A menggunakan mobil Isuzu Panther, dimana di dalamnya berisikan tangki kempu, kemudian melakukan pengisian solar di beberapa SPBU, kemudian akan dibawa keluar Kabupaten Sukabumi. BBM untuk Isuzu Panther ini sebanyak 550 liter," jelas Dian.

Di kasus kedua, polisi berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial H.

H bermodus sama dengan A. Namun, bedanya H menggunakan mobil truk boks yang sudah dimodifikasi saat menjalankan aksinya.

"Barang bukti yang kita amankan (daro tersangka H) satu unit kendaraan mitsubishi col diesel, dua unit kempuh berisikan minyak 1,5 ton, kemudian satu lembar struk pembelian solar," kata AKP Dian Poernomo.

Di kasus ketiga, AKP Dian menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan tujuh orang pelaku yang berperan sebagai sopir, kondektur dan penjaga gudang penimbunan.

Tujuh pelaku itu diantaranya inisial B dan DI selaku sopir, inisial NF dan J selaku kenek, inisial H, DH dan IM selaku penjaga gudang.

"Kronologisnya kita melakukan penyelidikan dugaan informasi adanya truk yang dimodifikasi penyalahgunaan BBM subsidi ini. Setelah kita dalami, kita ikutin mengisi di salah satu SPBU di Cibadak, ternyata dibawa ke salah satu gudang penyimpanan, dan kita sudah berhasil mengamankan 5 truk, dimana dari truk itu kita amankan solar sebanyak 14,4 ton," ucap AKP Dian.

Baca juga: Kuota BBM Subsidi Menipis Karena Konsumsi Masyarakat Naik, Total Subsidinya Sudah Rp 502 Triliun

Ia menjelaskan, di mobil truk boks itu terdapat tangki kempu yang terhubung otomatis ke tangki mobil, ketika melakulan pengisian di SPBU, tombol otomatis dinyalakan yang menghubungkan tangki utama mobil ke tangki modifikasi.

"Untuk truk ini, jenisnya truk boks, jadi di dalam boks ini diisi sebuah kempu atau tangki, kemudian di situ ada alat penyedot, jadi ketika nozzle dimasukan ke kendaraan di situ ada tombol otomatis masuk ke kempu itu," kata AKP Dian.

Ia memastikan, dari tiga kasus itu mereka berbeda komplotan, para tersangka dari ketiga kasus penimbunan BBM ini menjual BBM keluar Kabupaten Sukabumi, mereka dikenakan pasal yang sama, yakni pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan telah diubah dengan pasal 40 angka 9 UU RI No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliyar.

"Terhadap para tersangka sama kita kenakan pasal sama," jelas AKP Dian.*

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved