Gempa Bumi di Cianjur

Gadis Cantik Ini Jadi Relawan Gempa Cianjur, Terbiasa dengan Mayat, Menahan Tangis Lihat Korban

Gadis cantik 18 tahun, Sella Azzahra Putri Syahrizal berani terjun menjadi relawan, paska gempa bumi 5,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Cianjur.

TRIBUNJABAR.ID/ADI RAMADHAN PRATAMA
Sella Azzahra Putri Syahrizal, gadis 18 tahun yang jadi relawan gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gadis cantik 18 tahun, Sella Azzahra Putri Syahrizal berani terjun menjadi relawan, paska gempa bumi 5,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Cianjur.

Sella yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun ini, tergerak hatinya untuk membantu warga di Kabupaten Cianjur.

Bermodal keberanian dan pengalamannya selama di Pramuka, Sella langsung meluncur ke daerah terdampak pada hari kedua paska gempa, hingga saat ini.

"Di hari pertama kejadian, saya sudah punya niat untuk terjun ke lapangan. Apalagi ini bencananya, berada di wilayah tempat tinggal saya," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Sabtu (3/12/2022).

Lelah fisik dan psikologis yang terganggu, pernah dirasa Sella selama berada di lokasi bencana.

Baca juga: Update Gempa Cianjur: Tiga Jenazah Ditemukan, Jumlah Total Korban tewas hingga Hari Ini Sebanyak 334

Dengungan sirene ambulance yang hilir mudik selama 24 jam, menjadi salah satu hal yang mengerikan baginya.

Tak hanya itu, melihat penampakan dan mencium bau mayat yang menyengat, pernah Sella alami selama menjadi relawan di Cianjur.

"Di hari pertama saya turun ke lapangan. Saya disuruh melihat secara langsung penampakan mayat korban," ujarnya.

Proses evakuasi satu jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022).
Proses evakuasi satu jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

"Kata senior saya, hal itu dilakukan untuk membuat kami terbiasa dengan kondisi di lapangan saat ini. Biar kami tidak trauma jika ada bencana kembali," jelasnya.

Walaupun begitu, Sella mengaku tidak tahan dan hampir muntah, setelah mencium bau mayat untuk pertama kalinya.

"Saya tidak kuat menahan air mata, melihat warga yang berada di tenda pengungsian," ujarnya.

"Mereka butuh makanan, butuh pakaian, dan tempat berlindung, bahkan masih banyak yang kekurangan di daerah sekitar sini," kata Sella sambil bergetar suaranya.

Baca juga: Aa Gym Tenangkan Korban Gempa Cianjur, Ingatkan Tak Tamak dan Berebut Bantuan

Meskipun berada di daerah yang berbahaya, Sella mengaku tidak kapok membantu warga yang kesulitan di wilayah bencana. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved