Ekspansi Bisnis di Indonesia, Daikin Bangun Pabrik Pendingin Udara di Cikarang Senilai Rp 3,3 T

Daikin, perusahaan spesialis tata udara Indonesia, berinvestasi di Cikarang, Bekasi senilai Rp 3,3 untuk pembangunan fasilitas pendingin udara

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Daikin, perusahaan spesialis tata udara Indonesia, berinvestasi di Cikarang, Bekasiz senilai Rp 3,3 triliun untuk pembangunan fasilitas produksi pendingin ruangan atau air-conditioner. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Daikin, perusahaan spesialis tata udara Indonesia, berinvestasi di Cikarang, Bekasiz senilai Rp 3,3 triliun untuk pembangunan fasilitas produksi pendingin ruangan atau air-conditioner.

Investasi triliunan rupiah di Cikarang tu menempati lahan seluas 204 ribu hektare persegi di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang.

Di kawasan itu, Daikin mendirikan pabrik yang bisa memproduksi 1,5 juta unit AC setiap tahunnya.

Pada tahap awal, pembangunan mencapai 51 ribu meter persegi dan produksi dimulai pada 2024 dengan target tahun pertama sebanyak 500 ribu unit.

Baca juga: Realisasi Investasi di Jawa Barat hingga September 2022 Capai Rp128,37 Triliun, Karawang Tertinggi

“Keberadaannya menjadi bagian strategi kami mengukuhkan posisi sebagai pemimpin pasar AC di Indonesia yang bakal mengalami peningkatan signifikan pada permintaan AC untuk hunian kedepannya,” ujar Yoshihiro Mineno, Member of The Board and Senior Executive Officer Daikin Industries Limited, dalam keterangan tertulis, Jumat (2/12/2022).

Menurutnya, investasi di Indonesia itu dilatarbelakangi fakta Indonesia negara dengan populasi terbesar lima di dunia.

Kata dia, Daikin melihat Indonesia tengah memperkuat visi menjadi negara terbesar kelima dalam Pendapatan Domestik Bruto pada 2045 nanti.

"Perkiraan pertumbuhan ekonomi yang dipicu kenaikan masyarakat dengan tingkat penghasilan menengah inilah yang diprediksi akan meningkatkan permintaan AC bagi kebutuhan hunian," ujarnya.

Sebagai catatan, Daikin sudah beroperasi di Indonesia selama 52 tahun dengan menggandeng PT. Imora Makmur dan PT. Budiman Kencana Lestari sebagai mitranya.

Selama beroperasi di Indonesia, Daikin tercatat sebagai pemimpin pasar AC hunian dalam negeri dengan penguasaan mencapai 35,5 persen.

Lebih lanjut Yoshihiro Mineno menyatakan, dalam operasionalnya nanti, pabrik Daikin di Cikarang akan mengadopsi teknologi IoT (Internet of Things) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI).

"Selain dari sisi investasi dan penciptaan 2,500 peluang kerja baru, pendirian pabrik Daikin ini juga berpotensi memberikan kontribusi pada peningkatan nilai ekspor," terangnya.

Hal ini karena selain untuk pemenuhan permintaan pasar domestik, pabrik baru DAIKIN ini juga bakal ditujukan untuk tujuan ekspor. Utamanya pada negara-negara di belahan Asia Tenggara sebagai respon atas tingginya permintaan AC berkapasitas kecil.

“Beriring upaya Daikin untuk tetap terdepan dalam industri solusi tata udara, perhatian pada kualitas hidup masyarakat yang lebih baik pun menjadi fokus kami dalam menjalankan operasional di Indonesia,” ujar Yoshihiro Mineno. 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved