Gempa Bumi di Garut

Beredar Video Kerusakan Parah akibat Gempa Garut, Bupati: Jangan Termakan Informasi Hoaks

Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau masyarakat umum tidak mudah percaya atas beredarnya video dampak kerusakan akibat gempa yang terjadi di Garut.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau masyarakat umum tidak mudah percaya atas beredarnya video dampak kerusakan akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Garut, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau masyarakat umum tidak mudah percaya atas beredarnya video dampak kerusakan akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Garut, Sabtu (3/12/2022).

Video kerusakan gempa yang cukup parah yang beredar dengan narasi terjadi di Kabupaten Garut itu, menurutnya, informasi keliru.

"Gambar-gambar yang telah menyebar itu merupakan gempa di Cianjur, jelas hoaks tidak terjadi di Garut," ujarnya kepada Tribunjabar.id.

Pemerintah Kabupaten Garut, menurut Bupati, saat ini tengah menginventarisasi dampak gempa berkekuatan magnitudo 6,4 yang terjadi di wilayah barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, kedalaman 118 km.

Baca juga: Gempa Bumi di Garut, BMKG: Satu Warga Luka dan Lima Bangunan Rusak, Tetap Waspada

Pihaknya juga telah menyiagakan posko BPBD untuk memantau perkembangan terkini khususnya di wilayah selatan Kabupaten Garut.

"Saya minta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada," ucapnya.

Menurut Bupati, gempa di wilayah selatan Kabupaten Garut itu juga berbarengan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah itu.

Bupati meminta semua camat dan kepala desa untuk terus memantau kondisi di wilayah masing-masing.

"Kepada camat, kades, dan masyarakat di Garut bagian selatan agar tetap waspada, sehubungan saat ini kondisi wilayah selatan hujan lebat yang dapat berpotensi longsor," ujarnya.

BMKG memastikan, gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Garut tidak berpotensi tsunami.

Getaran gempa bumi terasa hingga ke wilayah Pangandaran, Bandung, dan sebagian Sumedang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved