Gempa Bumi di Cianjur

Update Gempa Cianjur, Tanah Sudah Mulai Keras, Tinggal 2 Hari, Pencarian Korban Semakin Sulit

Update gempa Cianjur, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan satu jenazah pada pencarian hari ke-11 pascagempa Cianjur, Kamis (1/12).

TRIBUNJABAR.ID/FAUZI NOVIANDI
Relawan BNPB saat memverifikasi rumah rusak, Kamis (1/12/2022). Pemerintah Kabupaten Cianjur mengklaim telah memverifikasi sebanyak 24.107 rumah rusak terdampak gempa bumi di Cianjur, 5.631 di antaranya rusak berat. 

TRIBUNJABAR.ID - Update gempa Cianjur, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan satu jenazah pada pencarian hari ke-11 pascagempa Cianjur, Kamis (1/12).

Jenazah ditemukan di antara longsoran tanah dan batu di Kampung Cicadas, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang sekitar pukul 13.30. Basarnas Bandung mengonfirmasi, jenazah bernama Nurodin, warga RT 01/06 Kampung Cicadas.

Dengan ditemukannya jenazah Nurodin, tinggal 11 korban yang masih belum diketahui nasibnya. Penemuan jasad Nurodin juga membuat Tim SAR Gabungan menghentikan semua kegiatan pencarian di Kampung Cicadas.

Selanjutnya, dalam sisa dua hari ini, pencarian akan difokuskan di Kampung Cijedil dan area Warung Sate Sinta di Kecamatan Cugenang.

Baca juga: BMKG Masih Lakukan Kajian 16,5 Hektare Lahan Relokasi Warga Terdampak Gempa Cianjur, Ini Tahapannya

"Di sekitar Warung Sate Sinta ada tujuh, yakni pegawai, tukang AR7, pengunjung Cafe AR7, pengemudi truk, pengemudi mobil Xenia, dan pengendara sepeda motor Mio. Satu lainnya di Kampung Cijedil," ujar Kepala Tim Lapangan Basarnas, Supriyono," di Pendopo Cianjur, kemarin.

Memasuki hari ke-11 pencarian, relawan pencarian korban mengaku mulai mengalami kesulitan, bukan saja dalam pencarian, tapi juga saat melakukan pengangkatan jasad korban yang terkubur longsoran. Itu terjadi karena kondisi tanah sudah mulai mengeras.

"Kondisi ini membuat proses penggalian jadi susah," ujar Rian, relawan BNPB, yang kemarin ikut melakukan pencarian jenazah korban di sekitaran Kafe Arseven, di Kampung/Desa Cijedil.

Terlebih, pencarian masih dilakukan secara manual.

Anjing pelacak yang diterjunkan sejak beberapa hari yang lalu, ujar Rian, juga mulai kesulitan mengendus keberadaan korban.

"Penciuman mereka juga terbatas karena timbunan tanahnya dalam," kata Rian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, mengatakan selain tingginya material longsor di lokasi kejadian, cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala. Gempa susulan yang masih terjadi di sekitar lokasi kejadian juga kerap menghambat proses pencarian.

"Tim SAR Gabungan harus lebih berhati-hati karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan," ujarnya.

Hingga kemarin, tim SAR Gabungan masih menerjunkan timnya secara penuh.

"Kita masih 200 sampai 300 personel di sini. Gabungan tim Basarnas, TNI, Polri, dan Potensi SAR Gabungan," ujar Komandan Tim Alfa Basarnas, Priyo Prayuda Utama, Kamis (1/12).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved