Pepep Saepul Hidayat Minta Pembangunan Kawasan Industri di Subang Harus Sesuai Tata Ruang

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, menggelar kegiatan reses sosialisasi peraturan daerah di Gedong Sinder, Subang.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Anggota DPRD Jabar Pepep Saepul Hidayat didampingi Ketua DPC PPP Subang, Oom Abdurahman, saat menggelar reses di Gedong Sunder, Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Subang, Jumat (2/12/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pembangunan kawasan industri di Kabupaten Subang merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk mendorong penguatan daya saing investasi dan industri. Selain itu, kawasan industri juga dapat mempercepat penyebaran dan pemerataan pembangunan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, dalam kegiatan reses sosialisasi peraturan daerah yang digelar di Gedong Sinder, Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jumat(2/12/2022).

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Subang, Oom Abdurohman; dan anggota DPRD Subang, Buchori.

Pepep mengatakan, Kabupaten Subang saat ini menjadi incaran investor dalam menanamkan modalnya di bidang industri.

Maka dari itu dalam penataan wilayahnya perlu dilakukan dengan baik. 

"Keberadaan kawasan industri di Subang harus  prorakyat dan bermanfaat untuk menyerap tenaga kerja lokal dan harus sesuai dengan tata ruang," ujar Pepep Saepul Hidayat yang merupakan anggota DPRD Jabar dari PPP Dapil Subang, Majalengka, dan Sumedang.

Pepep mengatakan, kesesuaian tata ruang merupakan landasan pokok bagi pengembangan kawasan industri yang akan menjamin kepastian pelaksanaan pembangunan ke depan.

"Kesesuaian tata ruang dalam mengubah fungsi lahan harus diperhatikan dengan baik, seperti halnya lahan pertanian produktif jangan sampai dialihfungsikan jadi Industri. Jadi, spirit konservasi dan para pihak pemerintah dalam hal ini, baik Kabupaten maupun provinsi, tentu harus lebih bijak, lebih akomodatif terhadap bagaimana mengelola tata ruang Kabupaten Subang," kata Pepep.

Selain itu, keberadaan kawasan industri di Kabupaten Subang, harus bisa melibatkan dan mengutamakan warga lokal untuk terlibat dalam pembangunannya.

"Warga lokal tak boleh jadi penonton dan semua harus terlibat memberikan edukasi dan social engineering kepada masyarakat dengan mempersiapkan SDM lokal yang andal agar mampu bersaing," ucapnya.

Lebih lanjut Pepep juga mengatakan, keberadaan kawasan industri dan arus investasi ini tidak boleh merusak fungsi-fungsi ekosistem dan lahan-lahan produktif seperti lahan pertanian dan perkebunan.

"Investasi dan industri  harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat tak boleh merusak lingkungan dan lahan-lahan produktif," ucapnya.

Pepep juga menegaskan, keberadaan kawasan industri dan investasi di Subang sudah saatnya menunjukkan komitmen pada kearifan lokal. 

"Untuk tenaga kerja lokal harus jadi prioritas penyerapan tenaga kerja. Kemudian, pengusaha maupun investor lokal juga jangan dilupakan. Kita jangan sampai hanya menjadi penonton. Keberadaan kawasan industri di Subang,  tenaga kerjanya harus mengutamakan warga lokal," katanya.

Pepep berharap, keberadaan kawasan industri di Kabupaten Subang bisa menyerap tenaga kerja lokal dengan maksimal. 

"Perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Subang bisa mengedukasi pekerja mengenai kualitas produk, teknologi produksi, dan etos kerja yang baik. Jadi, investasi bukan hanya dilakukan untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga membangun investasi intelektual bagi tenaga kerja lokal," ujarnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved