Langgar Keimigrasian, 8 WNA di Sukabumi Dideportasi, Satu Orang Kena Pro Justitia

Pihak Imigrasi kelas II Non TPI menangkap seorang warga negara asing asal Bangladesh yang diduga melanggar keimigrasian. 

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
MH (tengah) asal Bangladesh ditahan di Lapas Kelas II B Sukabumi karena tak memiliki kelengkapan surat-menyurat padahal tinggal di Indonesia sudah lima tahun.  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pihak Imigrasi kelas II Non TPI menangkap seorang warga negara asing asal Bangladesh yang diduga melanggar keimigrasian. 

Kasubsi Infokim Keimigrasian Sukabumi, Yuris Wibowo, mengatakan, seorang warga negara asing yang  sudah lama tingga di wilayah Sukabumi tersebut ditangkap pada 12 November 2022. 

"Saudara MH ini kita tangkap di tempat tinggalnya di Kapungg Pasirangin, Desa Muaradua, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi," ujar Yuris kepada Tribunjabar.id saat ditemui di kantonya di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jumat (2/12/2022).

MH, kata Yuris, tak memperpanjang izin tinggal di wilayah Indonesia selama bertahun-tahun. 

"Jadi yang bersangkutan ini tidak memiliki izin perjalanan atau tinggal sesuai yang berlaku," katanya. 

Pihak imigrasi melakukan langkah penegakan hukum sesuai undan-undang yang berlaku terhadap MH.

Baca juga: Polres Sukabumi Kota Segera Belakukan Tilang Elektronik, Polisi Akan Sosialisasi Dulu ke Masyarakat

MH tinggal di Sukabumi lebih dari lima tahun dan diketahui sudah memilik istri, namun belum memiliki anak.

"Kita kenakan pasal 119 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011. Saat ini yang bersangkutan sudah ditahan. Kita tempatkan di Lapas Sukabumi (Nyomplon) dengan status masih tersangka," ucapnya.

Catatan selama periode Januari hingga akhir November 2022, pihak Imigrasi Sukabumi telah menagkap sembilan warga negara asing. 

Selain MH, delapan orang lainnya terdiri atas tiga asal Malasya, tiga asal Cina, satu dari Arab Saudi, dan satu orang dari Mesir. 

Baca juga: Polres Sukabumi Kota Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Solar Bersubsidi, Modusnya Sperti Ini

"Delapan orang asing ini ada yang menyalahgunakan izin tinggal, ada juga overstay. Kita lakukan tindaka adminstrasi keimigrasian (TAK) sesuai Pasal 75 UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan dideportasi ke negaranya masing-masing. Sementara MH kita lakukan pro justitia," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved