Ibu dan Anak Sekongkol dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS Kemenag Jabar, Kerugian Negara Rp 22 M

Kejati Jawa Barat (Jabar) telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di lingkungan Kemenag.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Shutterstock
ilustrasi korupsi - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar) telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar) telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Jabar.

Dari empat tersangka itu, dua di antaranya merupakan ibu dan anak, yakni EH dan MSA.

EH merupakan Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Kemenag Jabar saat dana BOS bermasalah yaitu tahun anggaran 2017/2018.

Sedangkan MSA, anak EH, Direktur CV Arafah atau pihak ketiga dalam pusaran korupsi ini.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, Riyono, mengatakan, selain ibu dan anak, masih ada dua tersangka lain, yakni AL dan MK.

AL merupakan Bendahara Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Pemprov Jabar Tahun 2017/2018.

MK merupakan mantan Manajer Operasional CV Citra Sarana Grafika.

Keempat tersangka ini, kata dia, melakukan mark-up biaya fotokopi penggandaan soal ujian dan lembar jawaban ujian.

Total kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 22 miliar.

Baca juga: Kejati Jabar Amankan Rp. 6,5 Miliar Kerugian Negara dari Korupsi BOS di Lingkungan Kemenag Jabar

Dalam perkara ini, kata dia, MSA menerima proyek dari EH yang telah mengatur mark-up.

"Memang dua tersangka ada hubungan darah MSA Direktur CV Arafah merupakan anak kandung salah satu tersangaka dalam hal ini saudari EH," ujar Riyono, saat jumpa pers di Kantor Kejati Jabar, Jalan LRE Marthadinata, Kota Bandung, Kamis (1/12/2022).

Proyek yang diterima oleh MSA ini tidak dikerjakan oleh perusahaan miliknya, tapi dialihkan ke perusahaan lain.

Adapun nilai proyek yang didapatkan MSA mencapai Rp 900 juta.

"Modusnya adalah CV Arafah dalam hal ini MSA diberikan pekerjaan untuk penggandaan soal soal MTS yang selanjutnya MSA dalam hal ini CV Arafah tidak mengerjakan tapi dikerjakan oleh orang lain. Jadi, dalam hal ini MSA memperoleh uang atau dana sebesar Rp 900 juta," katanya.

Baca juga: Update Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab Majalengka. Kejati Jabar Masih Periksa Saksi

Kejati Jabar telah memeriksa 56 saksi dari Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Kota/kabupaten se-Jawa Barat dan pihak ketiga.

Selain itu, penyidik juga berhasil mengembalikan kerugian negara Rp 6,5 miliar yang berasal dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM), bukan berasal dari empat tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi ini. (*)

Baca berita TribunJabar.id lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved