UMK KBB

UMK 2023 Kabupaten Bandung Barat Meroket, Tambah Rp 877 Ribu Jadi Rp 4.125.675, Usulan Pemda KBB

Pemkab Bandung Barat merekomendasikan kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2023 sebesar 27 persen

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi uang rupiah. Pemkab Bandung Barat merekomendasikan kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2023 sebesar 27 persen setelah menggelar rapat pleno dengan dewan pengupahan, pada Selasa (29/11/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemkab Bandung Barat merekomendasikan kenaikan upah minimum kabupaten/kota  (UMK) tahun 2023 sebesar 27 persen setelah menggelar rapat pleno dengan Dewan Pengupahan, pada Selasa (29/11/2022).

Dengan rekomendasi yang diajukan ke pihak Pemprov Jabar tersebut, maka jika disetujui UMK Bandung Barat yang asalnya hanya Rp 3.248.283,26 pada tahun 2022 bakal mengalami kenaikan menjadi Rp 4.125.675,67 pada tahun 2023 atau naik sekitar Rp 877.392,39.

Kepala Disnakertrans Bandung Barat, Panji Hermawan mengatakan, dalam rapat pleno dewan pengupahan terkait kenaikan UMK 2023 ini sempat terjadi deadlock karena ada perbedaan usulan antara buruh dengan para pengusaha.

Illustrasi buruh.
Illustrasi buruh. (THE CONVERSATION)

"Akhirnya disepakati rekomendasi kenaikan UMK tahun 2023 sebesar 27 persen tapi penghitungannya dari hasil survey pasar perhitungan Kebutuhan Hidup layak (KHL) mereka (buruh)," ujarnya saat dihubungi, Rabu (30/11/2022).

Dalam merekomendasikan kenaikan UMK ini, pihaknya juga harus menghargai hasil survey pasar yang telah dilakukan oleh buruh di Bandung Barat, tetapi kenaikan UMK 2023 ini tergantung keputusan dari Pemprov Jabar.

Baca juga: UMK 2023 Kota Cirebon Naik Rp 150 Ribu Jadi Rp 2.456.156, Tinggal Disahkan Wali Kota

"Keputusannya nanti ada di provinsi, sekarang usulannya masih diproses, mudah-mudahan bisa segera mendapat rekomendasi dari pak bupati," kata Panji.

Juru Bicara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB, Yohan Ibrahim mengatakan, dalam rapat pleno dengan dewan pengupahan sebetulnya ada tiga usulan, yakni dari serikat pekerja, pemerintah, dan dari Apindo.

"Kalau serikat pekerja saya tidak boleh mengomentari karena itu pendapat silakan ya. Kalau pemerintah pakai Permenaker nomor 18 tahun 2022 karena harus patsun pada pemerintah pusat dengan memasukan indeks 0,3," ucap Yohan.

Sedangkan menurut Apindo, kata Yohan, kenaikan UMK Bandung Barat tahun 2023 itu idealnya hanya 1,57 persen sesuai dengan PP nomor 36 tahun 2021 karena UMK tahun 2022 juga di bawah batas atas upah minimum Bandung Barat.

"Itu ada surat edarannya dari Menteri Tenaga Kerja, mengenai anggota rumah tangga bekerja, pengeluaran perkapita, dan angkatan kerjanya berapa, jadi data itu yang kita pakai," katanya.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved