Tina Wiryawati Minta Pemerintah Serius Siapkan Jaringan TV Digital dan Internet di Pelosok Jabar

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meratakan layanan internet dan TV Digital

DOK DPRD JABAR
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus melakukan pemerataan layanan jaringan internet dan TV Digital di Jawa Barat. Ia mengatakan semuanya harus dilakukan secara cepat sampai tidak ada lagi blankspot atau kawasan yang belum terjamah layanan internet.

"Masih belum ada solusi yang diharapkan sehubungan dengan anggaran yang belum sepenuhnya teralokasi untuk pembangunan infrastruktur internet atau TV Digital, masih difokuskan untuk pemulihan pascacovid," katanya di Bandung, Rabu (30/11).

Anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra ini pun mengatakan masih banyak pelosok Jabar yang menjadi blankspot internet. Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar pun sudah memprogramkan untuk memasang pemancar jaringan internet di titik-titik blankspot.

"Memang saat ada Covid-19, program ini terkena refocussing anggaran sehingga jumlah blankspot yang diatasi jadi lebih sedikit. Tapi kami harap selanjutnya, seiring pemulihan ekonomi ini, akan semakin banyak blankspot yang ditangani," kata Tina.

Ia mengatakan padahal Pemprov Jabar memiliki banyak program untuk desa yang berkaitan dengan digitalisasi yang tentu saja menggunakan layanan internet.

Dari mulai desa digital sampai program-program berbasis teknologi informatika yang diprogramkan di desa-desa.

"Internet di desa ini saya rasa sangat urgent, dalam artian sangat diperlukan. Bisa kebayang kalau kemarin saat Covid-19 para pelajar diwajibkan belajar dari jarak jauh atau menggunakan internet, sedangkan masih banyak blankspot di kita," katanya.

Karenanya, pengentasan blankspot ini harus segera dilakukan di era serba digital ini yang membutuhkan internet untuk berbagai kebutuhan dari mulai pendidikan, perekonomian, sampai peningakatan SDM.

"Jangan lupa juga awasi penggunaan internet karena internet bisa bermata dua. Saya mewaspadai penggunaan internet tanpa pengawasan akan jadi membahayakan bagi anak, karena ada pasien anak di RS jiwa akibat kecanduan bermain game," tuturnya.

Belum lagi, katanya, masalah konten pornografi dan kekerasan di internet yang juga harus mendapat perhatian.

"Apalagi saat ini internet jadi kebutuhan yang mandatory untuk informasi, belajar, jualan, dan lainnya. Ini pengawasnya akhirnya di Kominfo atau siapa dan seperti apa, harus jelas langkahnya," tuturnya.

Kominfo pun, ujar Tina, harus memagari supaya situs-situs porno atau yang berbau kekerasan tidak diakses oleh usia di bawah 21 tahun. 

"Belum lagi kriminalitas, banyak korban-korban utamanya anak perempuan yang tadinya kenalan di medsos, berakhir tragis. Ini harusnya sejalan dengan hadirnya internet, jangan blankspot hilang tapi pemerintah harus hadir supaya hadir dalam pengawasan dan ketersediaan internet," ujar Tina.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved