Mantan Wali Kota Cimahi Ajay Didakwa Lakukan Suap dan Terima Gratifikasi, Ini Reaksi Kuasa Hukum

Mantan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna didakwa menyuap Stepanus Robin Pattuju, eks penyidik KPK, sebesar Rp 507.390.000.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Priatna, terdakwa dugaan suap dan gratifikasi saat mendengarkan pembacaan dakwaan dari jaksa KPK di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (30/11/2022).  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna didakwa menyuap Stepanus Robin Pattuju, eks penyidik KPK, sebesar Rp 507.390.000.

Suap tersebut diduga berkaitan dengan penanganan kasus korupsi.

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (30/11/2022).

Dalam dakwaan jaksa KPK, dugaan suap yang dilakukan Ajay terjadi pada Oktober 2020, saat KPK melakukan penyelidikan di wilayah Bandung Raya.

"Yaitu agar Stepanus Robin Pattuju, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengurus kasus hukum terkait penyelidikan yang dilakukan KPK atas dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Bandung Raya yang di antaranya Kota Cimahi pada tahun 2019-2020 supaya tidak melibatkan terdakwa," ujar Agung Satria Wibowo, jaksa KPK saat membacakan dakwaannya.

Saat itu, Ajay disebut telah mengetahui adanya penyelidikan KPK di wilayah Bandung Raya.

Ajay kemudian menghubungi Stepanus melalui perantara Syaeful Bahri.

Ajay dan Stepanus akhirnya sepakat bertemu di satu hotel di Jakarta Selatan.

Baca juga: Dugaan Suap yang Dilakukan Ajay M Priatna ke Eks Penyidik KPK Ternyata Terkait Korupsi Bansos

Saat pertemuan itu, Ajay menanyakan kepada Stepanus terkait penyelidikan yang sedang dilakukan KPK di Bandung Raya.

"Stepanus Robin Pattuju membenarkannya. Stepanus mengatakan bahwa dirinya dapat membantu mengamankan terdakwa asalkan terdakwa menyediakan uang sebesar Rp 1,5 miliar," katanya.

Namun, Ajay saat itu hanya menyanggupi memberikan uang sebesar Rp 500 juta kepada Stepanus.

"Terdakwa lalu memberikan uang sejumlah Rp 100 juta di dalam tas yang telah dibawanya sebagai pembayaran awal kesepakatan mereka dan berjanji akan menyerahkan sisa uang kesepakatan mereka pada keesokan harinya," ucapnya.

Di hari selanjutnya, kata jaksa, Ajay menyerahkan uang senilai Rp 387 juta di hotel yang sama.

Baca juga: Gara-gara Suap Penyidik KPK, Ajay M Priatna Ditangkap Setelah Bebas dari Sukamiskin, Jadi Tersangka

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved