Jelang Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Dari UU TPKS hingga Pemilu 2024 Masuk dalam Agenda Pembahasan, Jokowi Dijadwalkan Hadir

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) akan melaksanakan Muktamar XIV bertemakan memajukan perempuan, menguatkan peradaban

TRIBUN JABAR
Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) saat konferensi pers jelang Muktamar XIV NA di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jabar, Jalan Sancang, Rabu (30/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Muhamad Nandri Prilatama

BANDUNG, TRIBUN JABAR.ID - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) akan melaksanakan Muktamar XIV bertemakan memajukan perempuan, menguatkan peradaban pada 2-4 Desember 2022 di Jawa Barat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat NA, Diyah Puspitarini menyampaikan bahwa muktamar ini seyogyanya dilaksanakan pada 2020. Tetapi, karena adanya pandemi Covid-19, muktamar ini harus mundur untuk menyesuaikan kondisi.

Muktamar digelar di Bandung ini karena Bandung memiliki histori atau sejarah khusus, yakni muktamar pertama dilaksanakan di Bandung pada 1965. Lalu, ada pula kongres ke-26 Muhammadiyah.

"Kami (Nasyiatul Aisyiyah) memisahkan menjadi organisasi otonom ketika di Bandung pula. Jadi, Bandung ini kota sejarah bagi kami yang setelah kongres itu akhirnya bisa kembali lagi ke sini," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jabar, Jalan Sancang, Rabu (30/11/2022).

Dalam gelaran muktamar nanti, Diyah mengatakan, Nasyiatul Aisyiyah bakal meluncurkan buku sejarah dari masa ke masa. Adapun tema yang diangkat, yakni memajukan perempuan, menguatkan peradaban, kata Diyah, konteksnya tak hanya menyokong, melainkan memfasilitasi agar menjadi subjek pembangunan bangsa, dan melindungi perempuan di berbagai kondisi.

"Intinya, kami ingin memajukan kader Nasyiatul Aisyiyah secara pikir, rohani, dan kesempatan, serta akses yang sama dengan lelaki," ujarnya.

Selanjutnya, konteks dari menguatkan peradaban, Diyah menyebut bahwa kemajuan perempuan dapat menentukan kualitas bangsa, sehingga kader Nasyiatul Aisyiyah tak hanya mampu mengaktualisasikan melainkan berkontribusi di ranah lokal dan Internasional.

"Kami sudah buka kerjasama dengan berbagai pihak dan aktif untuk perdamaian dunia, serta mengadvokasi perempuan di berbagai forum. Kami pertegas Nasyiatul Aisyiyah sebagai putri Muhammadiyah mampu adaptif berbagai kondisi, solutif, kreatif, inovatif, dan progresif," ujarnya.

Ketua SC Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah, Nur Wahidatul Muflihah menambahkan muktamar kali ini digelar di dua lokasi, yakni Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Muktamar pada 2 Desember 2022 dilaksanakan di Hotel Asrilia, Kota Bandung, sedangkan pembukaannya digelar di Gedung Budaya Soreang, Kabupaten Bandung.

"Muktamar nanti kami akan bahas program NA ke depan dan merekomendasikan kepada stakeholder, mulai isu lingkungan, perdamaian, dan agenda penting lainnya terkait pemilihan formatur dan pemilihan ketum 2022-2027," ujarnya seraya menyebut pemilihan bakal dilaksanakan secara e-voting.

Rencananya, tokoh yang akan hadir dalam pembukaan di Soreang, seperti Presiden, Gubernur Jabar, Erick Thohir, Zulkifli Hasan, Muhadjir Effendi, dan lainnya. Peserta diperkirakan akan hadir sebanyak 750 orang dan perkiraan keseluruhan di Soreang sebanyak 2.000-3.000 orang.

Ketua PWNA Jabar, Dewi Mulyani, berharap sebagai tuan rumah bisa menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus melakukan kaderisasi agar mendukung agenda besar menjadi sukses.

"Mudah-mudahan hasil putusan muktamar bisa menghasilkan putusan strategis bagi perempuan di Indonesia menjadi perempuan yang kokoh dan kunci peradaban dunia," katanya.

Ketika disinggung terkait kemungkinan adanya bahasan lain di muktamar, semisal UU TPKS dan RUU TPP AT hingga isu terkait pemilu 2024, Diyah mengakui pihaknya sudah lakukan pembahasan dan ada dalam materi muktamar.

"Kami sudah sampaikan ke wilayah saat pleno pertama pada 13 November 2022 seara daring. Kami juga tegaskan masalah politik sejak 2019 telah memberi kesempatan kepada kader untuk tidak hanya terlibat pasif melainkan aktif, semisal ikut serta dalam penyelenggaraan pemilu di KPU, Bawaslu, sampai Panwascam," katanya menambahkan NA memberikan kebijakan khusus dengan memberi cuti kampanye ke kader yang ikutserta pencalegan.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved