DLH Bandung Barat Telusuri Sumber Busa Berbau Tak Sedap, Diduga Limbah Pabrik Cemari Sungai Citarum

DLH KBB langsung menulusuri sumber busa yang muncul di saluran air yang mengalir ke Sungai Citarum, di Kampung Tipar, Desa Laksanamekar, Padalarang.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar
Petugas Satgas Citarum Harum saat mengecek saluran air berbusa yang diduga tercemar limbah pabrik di Sungai Citarum, di Kampung Tipar, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, KBB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) langsung menulusuri sumber busa yang muncul di saluran air yang mengalir ke Sungai Citarum, di Kampung Tipar, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, KBB.

Busa yang diduga akibat limbah pabrik itu muncul sejak Senin (28/11/2022).

Busa terlihat tebal serta memenuhi saluran air yang memiliki lebar sekitar semeter.

Bahkan, busa berwarna putih itu menimbulkan bau tak sedap sehingga kondisi ini sempat mengagetkan warga sekitar.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH KBB KBB, Zamilia Moreta, mengatakan, terkait munculnya busa di saluran air tersebut pihaknya sudah menerima laporan dari warga dan langsung ditindaklanjuti.

"Ditindaklanjuti juga dengan pengecekan ke lapangan oleh petugas untuk menelusuri sumbernya," ujar Zamilia saat dihubungi, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Saluran Air ke Sungai Citarum di Bandung Barat Berbusa dan Berbau, Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Untuk sementara ini pihaknya belum bisa memastikan dari mana asal mula atau sumber busa tersebut karena petugas masih menelusuri dan meminta keterangan dari warga.

"Petugas sampai saat ini masih di lapangan dan untuk sumbernya masih dicek," katanya.

Seorang staf Desa Laksanamekar, Agus Bekti, mengatakan, terkait kemunculan busa yang menimbulkan bau tak sedap tersebut, pihaknya juga sudah menerima laporan dari warga dan bakal langsung menindaklanjuti.

Baca juga: Kondisi Tinggi Muka Air di Sungai Citarum Wilayah Karawang Masuk Kondisi Siaga, Warga Harus Waspada

Hanya saja, Agus Bekti juga belum bisa memastikan busa putih ini merupakan limbah dari pabrik di kawasan tersebut atau bukan karena pihaknya juga baru pertama kali menerima laporan mengenai kemunculan busa putih itu.

"Kalau dugaannya itu apa, kami tidak bisa memastikan apakah limbah atau bukan. Itu nanti dicek oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB sebagai yang berwenang," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved