Breaking News:

Warga Perbatasan Sukabumi-Cianjur Dibikin Parno karena Gempa Susulan Masih Kerap Terjadi

Masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Sukabumi dan Cianjur dibikin parno dengan gempa susulan yang masih terjadi di Cianjur, Jawa Barat.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Bangunan rusak akibat gempa yang mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022). Gempa susulan dirasakan beberapa kali pada Senin (28/11/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Sukabumi dan Cianjur dibikin parno dengan gempa susulan yang masih terjadi di Cianjur, Jawa Barat.

Gempa cukup besar dirasakan di wilayah khususnya yang terdampak gempa di wilayah titik Sesar Cimandiri mulai dari Cianjur hingga Sukabumi

Dikutip dari Twitter BMKG Wilayah II, hingga pukul 20.00 WIB, Senin (28/11/2022), telah terjadi 12 kali gempa susulan. 

Gempa terbesar berkekuatan magnitudo 3,3 yang terjadi pada pukul 16.06 WIB dan magnitudo 3,1 pada pukul 08.27, WIB.

Banyaknya gempa yang terjadi membuat warga di perbatasan cukup panik.

Bahkan warga yang tengah diam di tenda pengungsian di Kampung Gedurahayu, RW 10, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, pun berhamburan. 

"Kita di sini panik ya, gempa susulan dari pagi sampai barusan sore terasa terus. Belum yang kecil tiba-tiba ada getaran saja," kata Yuli, seorang pengungsi. 

Yuli kadang merasa cemas dengan gempa susulan yang terus terjadi. 

Baca juga: Mahasiswi Poltekesos Bandung Ceritakan Pengalaman KKN di Tengah Guncangan Gempa Cianjur

"Pokoknya semenjak kejadian besar itu (gempa magnitudo 5,6 pada Senin 21 November 2022), warga di sini khawatirlah, parno gitu," ucapnya. 

Ketua RW 10 Desa Titisan, Asep Supriadi, mengatakan, masyarakat selalu merasakan gempa meski kekuatannya kecil.

Baca juga: Pengungsi di Cianjur Tinggal di Plastik Persemaian Kebun Sayur Viral, Donatur Datang Berikan Tenda

"Sore lumayan gede. Tadi saja skalanya kecil terasa seperti ada yang dorong dari bawah. Kalau duduk seperti ada yang dorong mau jatuh," ungkap dia. 

Nuraeni (27) seorang warga Cireunghas yang berada di titik Sesar Cimadiri pun merasakan hal yang sama dengan beberapa kali gempa susulan.

"Hari ini ada tiga kali lumayan besar. Pokoknya setelah gempa Cianjur minggu lalu terasa terus," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved