Teodoro Obiang Resmi Menjadi Presiden Terlama di Dunia, Menang Pilpres Guinea Ekuatorial Enam Kali

Obiang menggulingkan pamannya Francisco Macias Nguema dalam kudeta pada 1979. Dia sudah memerintah selama lebih dari 43 tahun

AFP PHOTO/SAMUEL OBIANG
Presiden Guinea Khatulistiwa, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo berbicara setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara bekas Kementerian Luar Negeri di Malabo selama pemilihan presiden, legislatif, dan kotapraja Guinea Khatulistiwa pada 20 November 2022. 

TRIBUNJABAR.ID, MALABO  - Presiden terlama berkuasa di dunia rekornya kini dipegang oleh
Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.

Ia memenangkan pemilihan ulang untuk masa jabatan keenam di negara khatulistiwa yang terletak di kawasan Afrika Barat itu.

Teodoro Obiang memperoleh hampir 95 persen suara dari 98 persen suara yang terhimpun. Demikian pengumuman resmi setelah enam hari pemungutan suara sebagaimana dilansir DW pada Minggu (27/11/2022).

Dua kandidat lawan, Andres Esono Ondo dan Buenaventura Monsuy Asumu, masing-masing memperoleh sekitar 9.700 dan 2.900 dari sekitar 413.000 suara di Guinea Ekuatorial.

Presiden Equatorial Guinea, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo
Presiden Equatorial Guinea, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo (AFP)

Partai Demokrat Equatorial Guinea (PDGE) yang dipimpin Obiang juga memenangkan semua kursi di Majelis Nasional dan Senat.

Negara berpenduduk sekitar 1,5 juta orang itu hanya memiliki dua presiden sejak merdeka dari Spanyol pada 1968.

Obiang menggulingkan pamannya Francisco Macias Nguema dalam kudeta pada 1979. Dia sudah memerintah selama lebih dari 43 tahun, dan pemilihannya kembali mengukuhkan posisinya sebagai kepala negara yang paling lama memerintah di dunia, tidak termasuk raja.

Baca juga: Ingat Benitto Mussolini Mantan Diktator Italia? Cucu Perempuannya Calon Anggota Dewan Kota Lagi

Pria berusia 80 tahun itu tidak pernah secara resmi terpilih kembali dengan kurang dari 93 persen suara.

Di Guinea Ekuatorial hanya ada satu partai oposisi yang sah, sementara Obiang memiliki kontrol politik yang nyaris total.

Kelompok hak asasi menuduhnya membungkam perbedaan pendapat dan menindak lawan. Protes sebagian besar dilarang, media dikontrol dengan ketat, dan lawan politik sering ditangkap dan disiksa, menurut para kritikus.

Baca juga: Diktator Korut Kim Jong Un Punya Perempuan Pendamping Baru, Mantan Biduan Band, Adiknya Tersingkir

Penemuan minyak lepas pantai pada pertengahan 1990-an mengubah Guinea Ekuatorial menjadi negara terkaya ketiga di Afrika Sub-Sahara, dalam hal pendapatan per kapita pada 2021.

Namun, kekayaan tetap terkonsentrasi di tangan beberapa pihak dengan kemiskinan masih merajalela

Negara ini juga memiliki reputasi korupsi, menempati peringkat 172 dari 180 negara pada Indeks Persepsi Korupsi 2021 Transparency International.

Baca juga: Airlangga; Kerjasama Indonesia-Afrika Selatan, Tingkatkan Industri Berkelanjutan Ramah Lingkungan

Putra presiden yang juga menjabat Wakil Presiden, Teodoro Nguema Obiang Mangue, yangg dilihat oleh pengamat sebagai calon penerus, dihukum karena penggelapan oleh pengadilan Prancis pada 2020. Meski begitu, keluarga Obiang membantah dia melakukan kesalahan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Teodoro Obiang, Presiden Terlama di Dunia Kembali Menangkan Pilpres Setelah 43 Tahun Berkuasa"

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved