Perajin Rengginang dan Kecimpring di Margahayu Bandung Tetap Bisa Produksi Meski Sedang Hujan

UMKM di Kabupaten Bandung bisa meningkatkan kualitas dan jumlah produksinya dengan waktu yang singkat sehingga bisa bersaing di pasar modern.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Perajin kecimpring dan rengginang, bersama perajin cokelat saat berada di Kompleks Pemkab Bandung, Senin (27/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung bisa meningkatkan kualitas dan jumlah produksinya dengan waktu yang singkat sehingga bisa bersaing di pasar modern.

Peningkatan kualitas dan kuantitas itu bisa dilakukan menggunakan teknologi dan digitalisasi.

Seperti perajin kecimpring dan rengginang di Margahayu, Kabupaten Bandung, yang kini tetap bisa berproduksi meski hujan sering mengguyur.

Para perajin kecimpring dan rengginang biasanya sangat mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan.

Perajin rengginang dan kecimpring di Margahayu, Danny Syarif, mengatakan, dalam berproduksi biasanya bergantung dengan cuaca, sebab harus menjemur rengginang dan kecimpring di bawah terik matahari.

"Baik rengginang atau kecimpring, produksinya dulu bergantung terik matahari," kata Danny saat ditemui di Kompleks Pemda Kabupaten Bandung, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Cara Mengelola Keuangan Bisnis agar Tak Rugi, Ketahui 5 Fungsi Manajemen Keuangan, Atur Perencanaan

Sebab, kata Danny, terdapat proses pengeringan dengan cara dijemur hingga membutuhkan waktu dua hari agar rengginang dan kecimpring benar-benar kering untuk siap digoreng.

Danny mengatakan, kini ia dan temannya sangat bahagia karena bisa produksi kecimpring maupun rengginang tanpa panas matahari.

"Alhamdulillah dapat bantuan mesin dan oven hasil kerja sama Pemda Bandung dan Telkom University. Sehingga bisa produksi meski cuaca hujan," kata Danny.

Danny mengaku, oven tersebut sangat membantunya saat cuaca tak bersahabat dan mesin pemotong kecimpring yang didapatnya dapat meningkatkan kualitas dan jumlah produksi.

"Jadi dengan mesin-mesin yang didapat ini kualitas produksi kami seperti pabrikan, mulai dari ketebalan, besarnya, merata. Kalau manual, kan ada yang besar ada juga yang kecil, ada yang tebal ada juga yang tipis," kata dia.

Sebab, kata Danny, pihaknya memproduksi kecimpring berukuran kecil dengan bentuk segitiga.

Bahkan, pihaknya, katanya, juga mendapatkan mesin untuk mengemas hasil produksinya.

Baca juga: Peforma Bisnis bank bjb Semakin Solid, Nancy Adistyasari Raih The Next Top Leader 2022

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved