Mahasiswi Poltekesos Bandung Ceritakan Pengalaman KKN di Tengah Guncangan Gempa Cianjur

Mahasiswi Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi kengerian gempa bumi di Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022).

Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Giri
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
Mahasiswi Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi kengerian gempa bumi di Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Mahasiswi Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi kengerian gempa bumi di Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022).

Anissah yang saat itu sedang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, harus merasakan atmosfer yang menegangkan saat gempa bumi bermagnitudo 5,6 menghantam.

Anissah dan teman sekampusnya sedang melaksanakan KKN di Desa Sirnagalih sejak beberapa pekan sebelum gempa bumi mengguncang Cianjur.

"Pada saat itu, saya dan teman-teman yang lain sedang berdiskusi di ruang tamu. Tiba-tiba kok goyang bangunannya, langsung saja kami semua lari keluar," ujar Anissah kepada Tribunjabar.id, Senin (28/11/2022).

Gadis 23 tahun tersebut menuturkan, semua barang di basecamp KKN-nya banyak yang berjatuhan saat gempa bumi mengguncang.

"Sejujurnya, saya juga trauma. Soalnya kan banyak (gempa) susulan ya, kemarin. Kami pun bahkan tidak berani masuk apalagi tidur seharian. Jadi waktu awal-awal gempa, kami semua tidur di luar," jelas Anissah.

Meskipun trauma dengan gempa bumi yang terus bergoyang, Anissah tetap kukuh untuk mengabdi membantu masyarakat di Desa Sirnagalih.

"Saya di sini karena masih mempunyai rasa kemanusiaan, dan saya pun ingin bantu-bantu warga sekitar. Karena saya tahu, kami tidak terlalu terdampak dengan gempa bumi. Jadi kenapa enggak kita mencoba membantu warga yang terdampak," ujar mahasiswi semester tujuh tersebut.

Saat ini, Anissah dan teman sekampusnya tengah berupaya membantu perangkat desa di Desa Sirnagalih untuk mendistribusikan bantuan kepada pada warga.

Baca juga: Pengungsi di Cianjur Tinggal di Plastik Persemaian Kebun Sayur Viral, Donatur Datang Berikan Tenda

"Kami sekarang di sini mencoba membantu, mulai dari mendata warga yang sedang terdampak hingga menghibur masyarakat seperti trauma healing," ucapnya.

Mahasiswi asal Jatinangor tersebut merasa tidak tahan melihat warga desa yang terkena dampak gempa bumi Cianjur.

"Saya tidak bisa menahan air mata melihat anak kecil yang masih tertawa walaupun saat ini dia sedang terluka. Seperti rumahnya hancur, sekolahnya diliburkan, bahkan tidur pun berdesakan," ucap Anissah.

Baca juga: Wings Group Kerahkan Jaringan Distribusi di Cianjur Agar Produk Bantuan Diterima Korban Gempa

Wanita berwajah manis tersebut mengatakan akan tetap membantu warga di Cianjur walaupun KKN sudah berakhir nanti.

"Kami di sini sampai 9 Desember. Dan kami tahu ini tidak akan selesai dengan waktu yang sebentar. Mungkin saya akan ke sini lagi untuk membantu, karena memang ini sangat berkesan untuk saya pribadi. Saya harap semoga semuanya segera membaik," ucapnya. (*)

Baca berita TribunJabar.id lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved