Guru Bejat di Bekasi Tega Nodai Murid Kelas Dua SD, Total Korban Delapan Orang

Aksi AD sungguh bejat. Dia tega menodai murid kelas dua SD yang masih berusia tujuh tahun. 

Editor: Giri
KOMPAS.com/JOY ANDRE T
Tersangka AD saat dihadirkan di rilis pers kasus pencabulan di Mapolres Bekasi Kota, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Aksi AD sungguh bejat. Dia tega menodai murid kelas dua SD yang masih berusia tujuh tahun. 

AD merupakan predator anak yang "menyusup" menjadi guru di satu SD di wilayah Jatirasa, Kota Bekasi

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki, mengatakan, aksi terakhir AD dilakukan pada 3 November 2022.

AD melecehkan korbannya ketika ujian sekolah sedang berlangsung.

"Modusnya, korban sedang ujian yang mana tersangka mengawasi korban yang sedang ujian. Tak lama kemudian, pelaku menyuruh korban duduk di belakang dan dilecehkan," kata Hengki saat konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (28/11/2022).

Orang tua korban yang mengetahui anaknya dilecehkan, langsung melapor ke polisi.

Baca juga: Sosok Oh Young Soo Pemain Film Squid Game yang Tersandung Kasus Pelecehan

AD pun langsung kabur.

Setelah hampir satu bulan buron atau tepatnya pada Sabtu (26/11/2022), AD akhirnya ditangkap polisi.

Dia ditangkap tanpa melawan di wilayah Sagulung, Riau.

Sebelum ditangkap di sana, AD juga sempat bersembunyi di rumah rekannya di wilayah Sumatera Utara.

Hengki mencatat, total ada delapan anak yang dilecehkan oleh AD.

Dari delapan orang tersebut, tiga di antaranya sudah melapor polisi, sementara lima lainnya sedang diproses dan diasesmen oleh KPAD dan unit PPA.

"Lima lagi menyusul karena pihak keluarga tidak mau membuat laporan. Nanti teknisnya akan kami lakukan oleh KPAD dan PPA. Kami akan datang ke rumah korban," jelas Hengki.

Hingga saat ini, polisi tak menutup kemungkinan ada korban lain dari tindakan bejat AD.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Mantan Kapolsek Pinang, Polda Sebut Suka sama Suka, Korban: Enggak Ada!

Hengki pun mengimbau kepada orang tua, apabila ada anaknya yang pernah menjadi korban dari tindakan AD, segera melapor ke polisi.

"Kalau ada yang merasa menjadi korban, silakan melapor, karena siapa pun identitas korban atau keluarga korban, akan kami lindungi. Tidak perlu malu," ucapnya.

Adapun akibat perbuatannya, AD dijerat Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun hingga 15 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru SD Predator Anak di Bekasi Ditangkap, Polisi: Korban Ada yang Masih Kelas 2 SD"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved