Bupati Bandung Dadang Supriatna: Kalau Tidak Mengikuti Perkembangan Teknologi Akan Tertinggal

Zaman sudah berubah. Kalau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak bergeser mengikuti perkembangan teknologi, pasti akan tertinggal.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
pemkab bandung
Bupati Bandung, Dadang Supriatna 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Zaman sudah berubah. Kalau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak bergeser mengikuti perkembangan teknologi, pasti akan tertinggal.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, di Kompleks Pemkab Bandung, yang berada di Soreang, Senin (28/11/2022).

Menurut Dadang, untuk mendorong UMKM mengikuti perkembangan teknologi dengan memanfaatkan digitalisasi, pihaknya bekerja sama dengan Telkom University supaya bisa lebih peraktis.

Dadang mengaku, pihaknya sempat ke Singapura belajar. Kesimpulannya, kalau seandainya daerah tidak mengikuti, maka akan ketinggalan. 

"Nanti orang dari Singapura ke sini sehingga bisa membahas secara keseluruhan langkah-langkah pelayanan ini bisa lebih mudah dan cepat," kata Dadang.

Walau demikian, terkait mesin-mesin yang nantinya digunakan di Kabupaten Bandung, kata Dadang, tidak akan menggunakan mesin dari Singapura atau negara lain.

Baca juga: Perajin Rengginang dan Kecimpring di Margahayu Bandung Tetap Bisa Produksi Meski Sedang Hujan

"Untuk mesin tetap di Telkom University karena ini merupakan produk lokal. Pada 2024 terdapat instruksi presiden (untuk menggunakan produk lokal), wajib harus kita lakukan," tuturnya.

Hal tersebut dilakukan, kata Dadang, untuk menumbuhkembangkan perekonomian.

Dadang mengatakan, pihaknya akan terus mendorong UMKM yang sekarang jumlahnya mencapai sekitar 15 ribu, supaya bisa lebih maju.

"Nanti kami sampaikan kepada Tel-U untuk bisa menjadi pembina karena kalau tidak ada pembinaan, tidak mentrasformasi masalah keilmuannya kepada para UMKM," katanya.

 Produk Tel-U yang merupakan hasil karya anak bangsa diarahkan untuk digunakan para pelaku UMKM.

Baca juga: Warga Perbatasan Sukabumi-Cianjur Dibikin Parno karena Gempa Susulan Masih Kerap Terjadi

"Kemudian (UMKM) diberi keilmuannya, mulai dari cara menggunakan, pemeliharaannya juga, sampai (UMKM) itu sukses. Jadi itu yang luar biasa," ucapnya. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved