BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk Keluarga Ahli Waris 

BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar menggelar pelatihan Digital Marketing untuk keluarga ahli waris 

Editor: Siti Fatimah
istimewa
BPJS Ketenagakerjaan, disebut juga BPJamsostek, Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat menggelar pelatihan Digital Marketing bagi ahli waris penerima manfaat program Jaminan Kematian (JKM). Pelatihan yang diikuti 18 ahli waris dari peserta BPJamsostek ini digelar di Holiday Inn Bandung, Rabu (23/11/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BPJS Ketenagakerjaan, disebut juga BPJamsostek, Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat menggelar pelatihan Digital Marketing bagi ahli waris penerima manfaat program Jaminan Kematian (JKM). Pelatihan yang diikuti 18 ahli waris dari peserta BPJamsostek ini digelar di Holiday Inn Bandung, Rabu (23/11/2022).

Teguh Setiawan, Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar mengatakan, tujuan digelarnya pelatihan Digital Marketing ini adalah menumbuhkan semangat entrepreneurship para peserta pelatihan untuk berwirausaha dan mengembangkan usahanya melalui upaya pemasaran secara online atau biasa disebut digital marketing.

"Para ahli waris ini menerima santunan manfaat JKM dari kepesertaan suami atau keluarganya di BPJS Ketenagakerjaan. Diharapkan manfaat yang diterima ini bisa digunakan secara optimal oleh para ahli waris untuk pengembangan usahanya sehingga mereka tetap memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi setelah ditinggal oleh tulang punggung keluarganya," kata Teguh.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Serahkan Santunan JKM ke Ahli Waris

"Harapannya para peserta mengimplementasikan seluruh ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini, sehingga usaha mereka semakin berkembang," katanya.

Di lokasi yang sama, Shasya Pashatama Owner Cici Claypot mengatakan pihaknya memberikan materi digital marketing agar para ahli waris bisa memasarkan usahanya secara online dari manapun mereka berada termasuk menjalankan usahanya dari rumah.

Point penting dari materi yang diberikan kepada para peserta antara lain media apa saja yang bisa dipakai untuk berjualan di internet, tips apa yang perlu diketahui, serta bagaimana menampilkan produk mereka agar menarik.

"Pada pelatihan ini disampaikan juga tips berjualan dengan modal yang tidak besar, tidak harus sewa tempat, dan membayar pekerja. Karena memulai usaha baru dengan modal tidak besar tentu harus menyesuaikan, nanti bila sudah berkembang atau makin besar, bisa mulai menyewa tempat dan lain-lain," katanya.

Kepada peserta pelatihan, Ia berpesan untuk semangat dan jangan menyerah untuk memulai usaha walaupun dengan modal yang tidak besar.

Baca juga: bank bjb Raih Paritrana Award dari BPJS Ketenagakerjaan

Sebagai langkah awal, Ia menyarankan pelaku usaha pemula untuk melihat potensi pasar terutama di lingkungan tempat tinggalnya serta melakukan kolaorasi dengan orang lain atau pihak lain agar usaha bisa lebih berkembang.

"Jangan takut berkolaborasi, karena setelah pandemi ini kolaborasi sangat penting tak hanya bagi mereka yang baru memulai usaha, tapi juga bagi mereka yang sudah punya usaha," katanya.

Salah satu peserta pelatihan, Rubini Yuliasari (44), warga Buah Batu Bandung mengatakan pihaknya berterima kasih dengan adanya pelatihan Digital Marketing yang digelar oleh BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat.

Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu untuk memulai usaha baru terutama dari sisi pemasaran secara online.

"Ada banyak hal yang bisa saya dapat dari pelatihan ini, saya jadi tahu bagaimana memasarkan produk yang benar melalui online serta materi lainnya untuk memulai usaha," kata Ibu tiga anak penerima manfaat dari almarhum suaminya yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Targetkan Member Catering Academy Terlindungi Jaminan Sosial

Ia berharap manfaat yang diterima sebagai ahli waris bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Almarhum suami pekerja swasta, Alhamdulilah beliau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan jadi kami menerima manfaat dari kepesertaan ini. Rencananya untuk modal usaha dari usaha yang sudah saya jalani semasa Almarhum suami masih hidup," katanya

Ditempat yang berbeda, Deputi Direktur Wilayah Jawa Barat, Suwilwan Rachmat menyampaikan harapan agar seluruh peserta pelatihan mampu menerapkan seluruh ilmu yang diperoleh selama pelatihan dan apabila sudah memiliki usaha segera mendaftarkan diri dan usahanya dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, agar kesejahteraannya semakin meningkat.

"Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maka peserta dan keluarga akan terlindungi kesejahteraannya secara sosial ekonomi apabila terjadi risiko kecelakaan kerja dan kematian yang menimpa dirinya pada saat melaksanakan usaha,' kata Wily.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved