Gempa Bumi di Cianjur

Pencarian Belasan Korban Gempa Cianjur, Tim SAR Gabungan Fokus di Tiga Titik

Operasi pencarian korban akibat gempa bumi yang terjadi di Cianjur dilanjutkan lagi pada Minggu (27/11/2022).

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Dok. Kantor SAR Bandung
Personel tim SAR gabungan saat menjalani briefing sebelum melakukan pencarian kepada korban gempa Cianjur yang masih dinyatakan hilang, Minggu (27/11/2022) pagi. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR,ID, SUMEDANG - Operasi pencarian korban akibat gempa bumi yang terjadi di Cianjur dilanjutkan lagi pada Minggu (27/11/2022).

Hingga hari ketujuh pencarian, masih ada belasan orang yang belum ditemukan keberadaannya akibat gempa magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11/2022) siang.

Sebanyak 14 korban diduga masih tertimbun reruntuhan.

Hari ini, Minggu (27/11/2022), pencarian difokuskan di tiga titik. 

"Area pencarian tetap dibagi menjadi tiga worksite yaitu worksite 1 Warung Sate Shinta, worksite 2 Cijedil, dan worksite 3 di Kampung Cicadas yang dilaporkan masih ada laporan warga yang hilang," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, selaku SAR Misson Coordinator.

Strategi yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan semua personel yang ada baik internal basarnas ataupun potensi SAR atau relawan.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,7 Goyang Pangandaran, Terasa Kencang Tapi Sebentar

"Selain itu juga tim masih memberdayakan anjing pelacak untuk melakukan deteksi di tempat tempat yang dicurigai ada korban serta penggunaan life detector," kata Jumaril

Startegi lainnya, tim SAR gabungan juga diharapkan bisa memaksimalkan alkon dan alat berat pada operasi SAR hari ketujuh ini sehingga dapat mengevakuasi 14 warga yang masih dinyatakan hilang tersebut. 

"Kendala yang dihadapi tim selama enam hari melaksanakan pencarian di lokasi yaitu terkait cuaca di lapangan serta gempa susulan masih terjadi sehingga riskan dan perlu hati-hati," kata Jumaril.

Kendaraan melintas di Jalan Raya Cipanas-Cianjur yang longsor di Desa Cugenang, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). Di lembah ini, pada Jumat sekitar pukul 08.00 tim penyelamat berhasil menemukan rombongan guru TK Islam Al-Azhar yang menjadi korban longsor akibat gempa Cianjur, Senin (21/11/2022).
Kendaraan melintas di Jalan Raya Cipanas-Cianjur yang longsor di Desa Cugenang, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). Di lembah ini, pada Jumat sekitar pukul 08.00 tim penyelamat berhasil menemukan rombongan guru TK Islam Al-Azhar yang menjadi korban longsor akibat gempa Cianjur, Senin (21/11/2022). (TribunnewsDepok.com/Alex Suban)

Basarnas sudah menempatkan safety officer di setiap site untuk memantau pergerakan yang sekiranya membahayakan tim SAR gabungan. 

Baca juga: Gempa Cianjur, Korban Meninggal hingga Sabtu Malam Berjumlah 318, Ada Tambahan Delapan Orang

"Kami juga telah mengimbau seluruh anggota tim SAR gabungan untuk memperhatikan kondisi fisik. Jika sudah lelah agar beristirahat. Kami didukung oleh tim medis, baik dokter atau perawat bagi seluruh tim SAR yang poskonya berada di Posko SAR Gabungan," kata Jumaril

Selain pelaksanaan operasi, SAR juga ada pergerakan HR-3604 dan 1301 Dropping dukungan logistik berupa terpal, paket keluarga, paket balita, beras, dan air mineral ke Kampung Cikadal, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang. 

Dalam bencana di Cianjur ini, 318 orang dinyatakan meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 7.729 orang terluka dan 73.693 orang mengungsi. (*)

Baca berita TribunJabar.id lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved