Bendungan Sadawarna di Subang Segera Rampung, Mengairi Sawah 4.500 Hektare dan Reduksi Banjir

Pembangunan Bendungan Sadawarna di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang memasuki tahap akhir. Saat ini, bendungan itu sedang dalam tahap penggenangan.

Editor: Mega Nugraha
Bendungan Sadawarna di Subang Segera Rampung, Mengairi Sawah 4.500 Hektare dan Reduksi Banjir
istimewa
Bendungan Sadawarna

TRIBUNJABAR,ID,BANDUNG- Pembangunan Bendungan Sadawarna di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang memasuki tahap akhir. Saat ini, bendungan itu sedang dalam tahap penggenangan.

Rencananya, pengenangan Bendungan Sadawarna di Subang akan selesai pada Desember 2022. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, menerangkan, bendungan ini menampung 44.61 juta meter kubik.

Dengan daya tampung sebesar itu, Bendungan Sadawarna akan menyuplai irigasi pertanian seluas 4.500 hektare di Subang dan Indramayu.

Baca juga: Bisa Jadi Pilihan Agrowisata, Bendungan Sadawarna yang Instagramable, Bisa Juga Belajar Ternak Lebah

"Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,"kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR.

Dengan luas genangan 720 hektar, bendungan tersebut diharapkan mereduksi banjir di Subang, Sumedang dan Indramayu yang dilalui Sungai Cipunagara hingga sebesar 26,90 meter kubik per detik.

Pengecekan Bendungan Sadawarna di SUbang
Pengecekan Bendungan Sadawarna di SUbang (istimewa)

Selain sebagai bendungan, juga akan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga surya.

“Saat ini tengah dihitung kebutuhan solar sell-nya. Kebetulan untuk pemanfaatan saat ini sebagai suplai operasional sekitar 70 ribu Watt, tetapi ke depan tidak hanya internal namun juga eksternal,” kata Kepala BBWS Citarum Kementerian PUPR Bastari, dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR.

Bendungan Sadawarna membendung Daerah Aliran Sungai Cipunagara yang memiliki panjang 137 km mengalir dari Gunung Bukit Tunggul di Pegunungan Bandung Utara dan bermuara ke Laut Jawa.

Dengan luas genangan 695,61 hektare, aliran bendungan ini juga berpotensi menggerakkan turbin yang diubah menjadi energi listrik sebesar 2 MW.

Saat ini, memanfaatkan curah hujan, bendungan tersebut sedang dalam penggenangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Satker Pembangunan Bendungan BBWS Citarum Sandi Erryanto menjelaskan, saat ini, pekerjaan pembangunannya diklaim sudah mencapai 97 persen.

Setelah digenangi, air baku di Bendungan Sadawarna dapat mengalirkan 1,2 meter kubik per detik. Sedangkan, untuk pemeliharaan sungai mencapai dua meter kubik per detik.

Karena telah memasuki tahap akhir, dia mengapresiasi pendampingan dari Kejati Jabar.

“Kejati Jabar selama ini telah membimbing dan membantu saya dalam penyelesaian tanah,” ujarnya, saat diwawancara wartawan, belum lama ini, saat meninjau Bendungan Sadawarna.

Misalnya, pada pembebasan lahan 2021, progressnya baru 7 persen. Setelah bekerja sama dengan Kejati Jabar, prosesnya diakui menjadi lebih cepat hingga saat ini telah mencapai 92 persen. Sebagai gambaran, pembangunan Bendungan Sadawarna mulai dilakukan sejak November 2018.

“Dari pengawasan pun Kejati selalu memantau kami di lapangan. Sehingga, kami pun dalam pengawasan tidak main-main karena kami selalu dipantau oleh Kejati sehingga kita fokus bekerja dengan baik dan benar,” tutur Sandi.

Karena sudah memasuki tahap akhir, Bendungan Sadawarna rencananya akan diresmikan pada Desember. Asintel Kejati Jabar, Taufan Zakaria, juga sempat meninjau lokasi bendungan pada awal November.

Kunjungannya sebagai bentuk tanggung jawab Kejati Jabar dalam mengawal proses pembangunan infrastruktur strategis nasional di Jabar,

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved