Bullying Santri di Tasik

Saat Aksi Bullying Terhadap Santri di Tasikmalaya Dilakukan, Lampu Kobong Dimatikan Terduga Pelaku

Dugaan aksi bullying terhadap seorang santri di pesantren di Cisayong, Tasikmalaya, dilakukan hampir tengah malam dalam kondisi kobong gelap gulita

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Tangkapan Layar Video
ILustrasi bullying. Dugaan aksi bullying terhadap seorang santri di pesantren di Cisayong, Tasikmalaya, dilakukan hampir tengah malam dalam kondisi kobong gelap. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Dugaan aksi bullying terhadap seorang santri di sebuah pesantren di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, dilakukan hampir tengah malam dalam kondisi kobong gelap.

Hal itu dituturkan korban, Y (14) warga Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, saat dimintai keterangan oleh polisi.

Kejadiannya Senin (21/11) sekitar pukul 23.00 di sebuah pesantren di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

"Menurut keterangan korban, dugaan aksi bullying dilakukan menjelang tengah malam dan kobong dalam kondisi gelap karena lapmpunya dimatikan terduga pelaku," ujar Kasatreskrin Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agung Tri Poerbowo, Sabtu (26/11/2022).

Awalnya, menjelang tengah malam itu korban dipanggil seorang santri ke kobong. Sesampainya di sana korban ternyata dituduh telah melakukan pencurian.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Bullying Santri di Tasikmalaya, Kemungkinan Lebih dari Satu

Merasa tak berbuat korban membantah. Hal itu membuat terduga pelaku kesal dan akhirnya melakukan aksi kekerasan.

Aksi tersebut, menurut pengakuan korban, dilakukan dalam kondisi gelap setelah lampu kobong dimatikan terduga pelaku.

Santri lainnya yang ada di kobong juga diduga melakukan hal yang sama terhadap korban.

Akikat kejadian itu korban menderita luka lebam di muka dan punggung. Saat pulang korban pun menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya.

Awalnya Dituduh Mencuri

Kasatrekrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agung Tri Poerbowo, membenarkan adanya laporan dugaan bullying tersebut.

"Kami sudah memintai keterangan korban serta saksi-saksi dan prosesnya terus berjalan," kata Agung, Sabtu (26/11/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved