Warga Cimahi Antre Sejak Pagi Demi Dapatkan Bantuan Subsidi BBM, Tiap Orang Terima Rp 900 Ribu
"Uangnya akan dibelikan untuk sembako, Alhamdulillah adanya bantuan ini sangat membantu meringankan beban kami"
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Adityas Annas Azhari
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Ribuan warga Kota Cimahi berdesakan dan rela mengantre cukup panjang demi mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kantor Pos Cimindi, Kamis (24/11/2022).
Demi mendapatkan bantuan subsidi BBM sebesar Rp 300 ribu untuk November-Desember 2022 dan Rp 600 ribu untuk BPNT tersebut mereka mengantre sejak pagi hingga siang hari sekitar pukul 13.00.
Warga asal Cibabat Kota Cimahi, Saiful (55) mengatakan, untuk mendapatkan bantuan subsidi BBM dan BPNT itu dirinya mengantre sejak pukul 09.00 WIB dan pada hari siang hari baru bisa menerima bantuan sebesar Rp 900 ribu.

"Iya tadi mengantre dari pukul 09.00 untuk ambil bantuan subsidi BBM dan BPNT, dapatnya Rp 900 ribu," ujarnya saat ditemui di Kantor Pos Cimindi, Kamis (24/11/2022).
Dia mengatakan, rencananya bantuan tersebut, akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari terutama kebutuhan pokok yang saat ini harganya cukup mahal setelah harga BBM mengalami kenaikan.
"Uangnya akan dibelikan untuk sembako, Alhamdulillah adanya bantuan ini sangat membantu meringankan beban kami," kata Saiful.
Baca juga: Sudah Cek Rekening? BSU Tahap 6 Mulai Cair, Ini Cara Mengambil BLT Rp 600.000 Serta Syaratnya
Sementara warga lainnya, Cindy (35) mengatakan, tidak terlalu mengantre karena warga yang membawa anak kecil dan lansia didahulukan untuk mengambil bantuan tersebut.
"Uang bantuan subsidi BBM dan BPNT ini akan saya gunakan untuk beli sembako, susu anak, beras, dan minyak, intinya untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.
Baca juga: Reses, Ketua Komisi IV DPRD Jabar KH Tetep Abdulatip Soroti BLT di Kabupaten Tasikmalaya
Kepala Cabang Kantor Pos Cimindi, Frengky mengatakan bantuan yang disalurkan kali ini merupakan subsidi BBM, BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekitar 2.000 orang.
"Untuk warganya dari Kelurahan Cibabat Cimahi, tadi ada antrean tapi kami tetap menerapkan protokol kesehatan dan untuk lansia dan warga yang membawa anak kecil didahulukan. Alhamdulillah bisa berjalan lancar," kata Frengky. (*)
baca berita-berita Tribunjabar.id lainnya di Google News