Peralatan Penunjang Patroli Banyak yang Rusak, Wisatawan Harus Waspada saat Liburan di Pangandaran

Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran, Wiwi Wicaksono, mengeluhkan kondisi perlengkapan penunjang untuk patroli pengawasan di kawasan pantai

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Padna
Saat Wiwi Wicaksono Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran menunjukkan radio pemantau dalam kondisi rusak 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran, Wiwi Wicaksono, mengeluhkan kondisi perlengkapan penunjang untuk patroli pengawasan di kawasan objek wisata pantai.

"Dan ini, perlu diketahui bahwa peralatan yang kita punya untuk saat ini tidak begitu bagus," ujar Wiwi kepada Tribunjabar.id di kantor Balawista Pangandaran, Sabtu (19/11/2022) sore.

Karena, peralatan itu tidak ada yang bagus contohnya di Balawista itu ada alat komunikasi radio pemantau yang kondisinya rusak dan tidak bisa dipakai.

Baca juga: Memprihatinkan, Objek Wisata Pantai Karangnini Pangandaran Sepi Kunjungan Hanya karena Faktor Ini

"Padahal ini dipergunakan untuk laporan kehilangan ataupun jam waktu berenang waktu pagi dan sore, tapi kita tidak bisa melaporkan apapun," katanya.

Kondisi peralatan yang rusak seperti ini, kata Ia, itu sudah ada satu minggu ke belakang.

"Selain radio, CCTV juga tidak bisa berfungsi. Peralatan lain lagi, seperti kendaraan beach patroli dan motor trail untuk alat transportasi patroli di bibir pantai itu juga rusak," ucap Ia.

Selain kondisi rusak, kata Ia, untuk bahan bakar minyak (BBM) kebutuhan sehari hari kendaraan juga sangat minim sekali.

"Memang, untuk sementara bisa dipaksakan berjalan tapi untuk menunjang persiapan patroli nanti liburan Natal dan tahun baru, kami tidak bisa menjamin hal itu bisa berfungsi bagus," kata Wiwi.

Saat ini saja, ucap Ia, patroli pengawasan pada akhir pekan dan hari-hari biasa yaitu sementara hanya dengan berjalan kaki.

"Kita menyebar di pos 1,2,3,4 itu dengan berjalan kaki. Ya, karena kendaraannya pada rusak," ujarnya.

Karena kondisi peralatan penunjang tidak memadai, Wiwi mengakui patroli pengawasan wisatawan di bibir pantai tidak bisa maksimal.

Baca juga: Kapolres Pangandaran Ungkap Belum Perlu Tim Khusus untuk Tangani Kasus Pencurian

"Kita tidak bisa memaksakan memakai peralatan, ya sudah kita seadanya saja. Kalaupun memang ada kejadian, kita tidak bisa memaksakan," katanya.

Banyaknya peralatan yang rusak, Ia mengaku sebelumnya sudah mengajukan ke pemerintah daerah. "Ya, mungkin kita tunggu dari beliau," ucapnya.

Kepada wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, tetap waspada ketika menikmati liburannya.

"Apalagi, kita untuk tim life guard sendiri itu tidak bisa terpantau semua atau tidak bisa maksimal," kata Wiwi.

Kondisi pantai untuk saat ini cukup normal, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan arus dasar pantai itu besar. *

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved