Umrah, Sekarang, Tanpa Vaksin Meningitis dan Batasan Usia, Kemenkes RI Sudah Keluarkan Surat Edaran

Para calon jamaah umrah akhirnya tak wajib lagi menjalani vaksinasi meningitis meningokokus, yang selama ini menjadi syarat untuk perjalanan umrah.

dok dago wisata
Para calon jamaah umrah akhirnya tak wajib lagi menjalani vaksinasi meningitis meningokokus, yang selama ini menjadi syarat untuk perjalanan umrah. 

TRIBUNJABAR.ID - Para calon jamaah umrah akhirnya tak wajib lagi menjalani vaksinasi meningitis meningokokus, yang selama ini menjadi syarat untuk perjalanan umrah.

Kepastian itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C.I/9325/2022 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis Bagi Jemaah Haji dan Umrah.

Namun demikian, vaksinasi meningitis tetap diwajibkan bagi para calon jemaah haji.

Kepastian tidak diwajibkannya vaksinasi meningitis bagi jamaah umrah menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu, mengingat informasinya secara lisan sebenarnya sudah disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F Ar-Rabiah di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (24/10), seusai bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Baca juga: Kemenag Jabar Pastikan 400 Jemaah Umrah Akan Terbang dari Kertajati pada 20 November

Selain bebas dari aturan vaksin meningitis, jemaah umrah juga dibebaskan dari aturan usia. Ia mengatakan semua yang hendak melakukan ibadah umrah di Arab Saudi diterima secara terbuka.

Bahkan, persyaratan jemaah umrah Indonesia maksimum berusia 65 tahun juga dihapus seiring dengan terkendalinya pandemi Covid-19.

“Sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa kami dari kerajaan Arab Saudi sangat menyambut seluruh jamaah umrah Indonesia tanpa harus ada batasan dan ikatan-ikatan yang terkait kesehatan, jumlah dan semuanya, kami menyambut dengan sebaik-baiknya,” ujarnya saat itu.

Meski perubahan kebijakan itu sudah ditegaskan Tawfiq, perubahan rupanya tak serta-merta berlaku menyusul belum adanya surat resmi dari Arab Saudi.

Baca juga: Dikenal dengan Gaya Rambut Pendek, Intip Potret Cantik Yuni Shara Umrah, Pakai Hijab Jadi Sorotan

Itu sebabnya hingga pekan kedua November tak ada perubahan kebijakan di Indonesia terkait vaksinasi meningitis ini. Calon jamaah masih diwajibkan menjalani vaksin meningitis.

Sekjen Asosiasi Forum Komunikasi Silaturahim (FKS) Penyelenggara Travel Umrah Haji (PATUH) Jawa Barat, Rahmat Wildan, mengaku sangat gembira dengan keputusan Kemenkes yang tidak lagi mewajibkan jemaah umrah menjalani vaksinasi meningitis.

"Alhamdulillah, inilah yang selama ini kami dari teman-teman perjalanan penyelenggara ibadah umrah tunggu-tunggu," ujarnya kepada Tribun Jabar saat dihubungi melalui telepon, Senin (14/11).

Menurutnya, aturan soal vaksin meningitis ini pada dasarnya sudah disampaikan oleh Kementerian Haji Arab Saudi di setiap kesempatan mereka bertemu baik saat umrah atau haji.

"Tentunya kami sangat setuju (aturan terbaru) ini," ujarnya.
Dalam SE terbaru yang ditandatangani Sekjen Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, ini juga disebut ketentuan soal tidak wajibnya vaksinasi meningitis ini uan juga mengacu pada nota diplomatik Kedutaan Kerajaan Arab Saudi tanggal 7 November 2022 dan surat dari Kementerian Luar Negeri Nomor 211-1246.

Meski vaksinasi meningitis sudah tak wajib lagi, Kemenkes tetap memberikan keleluasaan bagi jemaah umrah yang tetap ingin mendapatkan vaksin meningitis sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved