Pemdaprov Jawa Barat Raih Dua Penghargaan Bergengsi Peduli Perlindungan Konsumen 2022

Upaya Pemdaprov Jabar mendorong perlindungan konsumen berbuah dua gelar penghargaan prestisius di bidang perlindungan konsumen tingkat nasional

ISTIMEWA
Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong perlindungan konsumen berbuah dua gelar penghargaan prestisius di bidang perlindungan konsumen tingkat nasional tahun 2022 ini. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong perlindungan konsumen berbuah dua gelar penghargaan prestisius di bidang perlindungan konsumen tingkat nasional tahun 2022 ini.

Penghargaan pertama sebagai "Provinsi Terbaik Peduli Perlindungan Konsumen" 2022 dari Kementerian Perdagangan RI.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas upaya dan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melayani serta memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen.

Penghargaan lain juga diraih Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat dalam acara Badan Perlindugan Konsumen Nasional (BPKN) Award 2022 Raksa Nugraha Indonesia Consumer Protection Award (ICPA) kategori pemerintahan sebagai Pemerintah yang Peduli Perlindungan Konsumen Tahun 2022.

Penghargaan perlindungan konsumen ini diserahkan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur dua pekan lalu. Sementara Raksa Nugraha ICPA 2022 disampaikan Kepala BPKN Rizal E Halim di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan dua penghargaan ini tidak semata-mata penghargaan namun menjadi pemacu bagi pihaknya untuk terus mendorong sejumlah upaya mencerdaskan dan melindungi konsumen.

Baca juga: Pemdaprov Jabar, Bank Bjb, dan Es Cendol Elisabeth Raih Paritrana Award

“Ini tidak semata mata penghargaan, memacu kami dari sisi pemerintah bahwa ada hal yang perlu terus ditingkatkan dalam hal perlindungan konsumen,” katanya di Bandung, Selasa (15/11/2022).

Menurutnya upaya meningkatkan perlindungan konsumen di Jawa Barat akan memberikan efek positif bagi pemulihan ekonomi nasional. Terlebih, 60 persen aktifitas ekonomi di Jawa Barat masih disumbang oleh daya beli konsumen.

“Karena itu, kami akan terus mengoptimalkan dan meningkatkan perlindungan konsumen,” paparnya.

Iendra memaparkan dalam bidang perdagangan, pihaknya rutin melakukan pengawasan bersama instansi lain dan daerah sesuai regulasi pengawasan UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah dimana ada kewenangan pengawasan di provinsi bersama kabupaten/kota, juga terkait UU Perlindungan Konsumen.

Pihaknya juga memastikan perlindungan konsumen tidak hanya di sektor ritel, pasar tradisional pun menjadi sasaran pembinaan konsumen lewat penambahan jumlah pasar rakyat ber-SNI. Menurutnya dari target 10 pasar ber-SNI kini sudah mencapai 8 pasar. Sisa target menurutnya akan dikebut hingga akhir 2022 atau awal 2023.

Dalam dukungan penerapan perlindungan konsumen, Disperindag Jabar sendiri melakukan empat pendekatan penting. Pertama, gencar melakukan edukasi terkait perlindungan konsumen; Kedua melakukan pengawasan secara berkala pada perlindungan konsumen; Ketiga mendorong peningkatan kepatuhan pelaku usaha pada perlindungan konsumen. Dan terakhir memperkuat kelembagaan perlindungan konsumen melalui kerjasama lintas sektoral.

Baca juga: UMKM Juara Award; Pemdaprov Jabar Beri Penghargaan Pelaku dan Insan Usaha Mikro Kecil Menengah

Disperindag Jabar juga memberikan dukungan yang optimal pada pelayanan standar minimal lewat pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di 17 kabupaten/kota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved