Breaking News:

Opritan Jembatan Tajim Bakal Dibongkar Karena Ada Keretakan, Tak Kuat Menahan Beban

Aan Sopian mengatakan, keretakan jembatan ini terjadi di bagian opritan jembatan yang bukan bagian struktur untuk menahan beban jembatan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
hilman kamaludin/tribun jabar
Opritan Jembatan Tajim yang menghubungkan Sindangkerta-Gununghalu terlihat ambrol. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), KBB, Aan Sopian mengatakan, keretakan jembatan ini terjadi di bagian opritan jembatan yang bukan bagian struktur untuk menahan beban jembatan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Jembatan Tajim yang menghubungkan Kecamatan Sindangkerta dan Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagian konstruksinya bakal dibongkar karena retak.

Diketahui, pembangunan jembatan yang merupakan bagian dari proyek pembangunan jalan wilayah selatan itu retak pada tembok penahan tanah (TPT) setinggi 5 meter karena tidak kuat menahan beban tanah setelah turun hujan deras pada 4 November 2022 lalu.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), KBB, Aan Sopian mengatakan, keretakan jembatan ini terjadi di bagian opritan jembatan yang bukan bagian struktur untuk menahan beban jembatan.

"Opritan jembatan itu merupakan struktur yang dibuat untuk menghubungkan antara ruas jalan dengan jembatan untuk menghindari penurunan," ujar Aan di kantornya, Senin (14/11/2022).

Menurutnya, untuk keretakan opritan Jembatan Tajim ini terjadi karena kondisinya yang masih baru dan sudah mendapat beban yang sangat besar akibat aliran air dari curah hujan yang tinggi dalam sebulan terakhir.

"Soal penyebab kejadian itu karena tanah pada area jembatan itu labil, sementara saluran drainase sekitar jembatan masih on progress, tapi terus ditimpa hujan," katanya.

Aan mengatakan, untuk langkah ke depan yang akan dilakukan oleh pihak pelaksana pembangunan yakni PT Brantas Abipraya, akan segera membongkar opritan dan membangun kembali karena termasuk bagian pekerjaan yang belum dibayarkan kepada penyedia jasa.

"Opritan jembatannya akan dibangun lagi, semoga tidak ada kendala lagi, sehingga jembatan sepanjang 200 meter dengan lebar 10 meter ini bisa segera selesai," ucap Aan.

Meski terjadi keretakan, Aan memastikan bahwa kondisi itu tidak berimbas mengganggu secara keseluruhan konstruksi bangunan tersebut karena keretakannya tidak terjadi pada konstruksinya.

"Jadi konstruksi jembatan itu tetap aman, dan saat ini proses penyelesaian jembatannya sedang dikebut karena ditargetkan dapat rampung bulan depan," katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dinas PUTR KBB, Donni Tumpak Pandapotan Hutajulu, mengatakan, pihak kontraktor masih memiliki waktu 30 hari, sehingga pihaknya berharap tanah di area jembatan bisa lebih stabil agar proyek pembangunannya bisa selesai tepat waktu.

"Jadi kalau sudah selesai tepat waktu, rencana kami pada tanggal 5 Desember 2022, Pak Bupati akan melakukan peresmian di jembatan Tajim," kata Donni.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved