Kecelakaan Maut di Tasikmalaya

KA Serayu Seruduk Sedan di Tasik, Alif Meninggal di Hadapan Ayah Ibu, Tiga Penumpang Meninggal

Suasana duka masih menyelimuti keluarga Mochammad Alif Mutaqin (19), seorang korban meninggal penumpang mobil Suzuki Swift yang tertabrak KA Serayu.

firman suryaman/tribun jabar
Bangkai mobil Suzuki Swift yang tertabrak KA Serayu yang menyebabkan tiga orang tewas diamankan di Mapolres Tasikmalaya Kota. (tribun jabar/firman suryaman) 

TRIBUNJABAR.ID - Suasana duka masih menyelimuti keluarga Mochammad Alif Mutaqin (19), seorang korban meninggal penumpang mobil Suzuki Swift yang tertabrak KA Serayu 306 jurusan Pasar Senen-Purwokerto, Minggu (13/11) subuh.

Ketiga korban meninggal antara lain Rizky Rahmatulloh (19) warga Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, yang meninggal di lokasi kejadian.
Kemudian Alif Mutaqin (19), warga Kampung Mancogeh, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang meninggal saat dirawat di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Seorang lagi yakni Mulaqi Robbi Muflihin (19) warga Cimuncang, Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya yang meninggal saat mendapatkan perawatan medis di RSU dr Soekardjo.

Satu korban lagi hingga semalam masih dalam kondisi kritis yakni Aslan Hidayatulloh (19), warga Perum Bumi Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang.

Baca juga: Tak Ada Saksi Mata Kecelakaan Maut Suzuki Swift Disambar KA Serayu di Leuwidahu, Warga Takut

Pantauan Tribun sore kemarin di rumah seorang korban meninggal, Alif, tampak pelayat terus terus berdatangan ke rumah duka di Kampung Mancogeh.

Termasuk keluarga besar yang selama ini tinggal di Jakarta, baru tiba di rumah duka, Minggu (13/11) sore. Isak tangis mewarnai pertemuan orang tua Alif dengan keluarga kakak dan adiknya tersebut.

Taufik Mutaqin (51) menuturkan, anaknya pamit mau pergi ke objek wisata pemandian air panas Citiis di kaki Gunung Galunggung, Sabtu (12/11) malam.

"Saya sebenarnya sudah tak mengizinkan. Namun ternyata dia berangkat berempat bersama teman-teman dekatnya menggunakan kendaraan roda empat. Akhirnya saya izinkan," ujar Taufik.

Menurut Taufik, keempatnya pergi ke Citiis dalam rangka mengajak Aslam (19), korban yang kini kritis, yang selama ini kuliah di Karawang.

"Mereka berempat ini teman-teman dekat. Mereka ingin mengajak main Aslam ke Citiis. Akhirnya saya izinkan Alif untuk pergi," kata Taufik.

Tanpa berfirasat buruk, Taufik tiba-tiba dikejutkan dengan pemberitahuan jika Alif bersama teman-temannya mengalami kecelakaan tertabrak kereta api.

Taufik bersama istrinya bergegas menuju ruang IGD RSU dr Sokeardjo, Kota Tasikmalaya, sesuai dengan informasi yang diterimanya.

Keduanya langsung lemas melihat Alif dalam keadaan koma akibat luka dalam di kepala, tergolek di brankar IGD sedang ditangani paramedis.

"Tidak ada firasat apa pun sebelumnya. Alif terlihat baik-baik saja. Saat itu saya tatap dia tergolek dalam keadaan koma di IGD," ucap Taufik menahan kesedihan.

Taufik dan istrinya akhirnya hanya bisa pasrah dan menangis, beberapa saat kemudian Alif mengembuskan napas terakhirnya. Alif sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dan tengah menempuh pendidikan di Unsil Tasikmalaya semester III.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved