Indonesia Pengirim Jemaah Haji Terbesar di Dunia, Lewati Pakistan, Layanan Minta Diperbaiki 

Indonesia jadi negara pengirim jemaah haji terbanyak di dunia. Total kuota hajinya mencapai 100.051 jemaah.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Istimewa
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Indonesia jadi negara pengirim jemaah haji terbanyak di dunia. Total kuota hajinya mencapai 100.051 jemaah.

Jumlah tersebut jauh di dari negara muslim lainnya seperti Pakistan 81.132 jemaah, India 79.237 jemaah, Mesir 35.375 jemaah, Malaysia 14.306 jemaah, Rusia 11,318 jemaah, Cina 9.190 jemaah dan terkecil Ukraina dengan kuota haji hanya untuk 91 jemaah.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengatakan, penentuan jumlah kuota haji tersebut berdasarkan hasil keputusan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 1987 yang menyepakati tata cara penentuan kuota haji.

"Dalam KTT tersebut diputuskan kuota haji 1:1.000, yaitu satu dari setiap seribu orang penduduk muslim suatu negara, berhak mendapatkan kursi jemaah haji," ujar Ace dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).

Banyaknya kuota haji yang didapat Indonesia, kata dia, harus diimbangi oleh berbagai persiapan, dukungan regulasi, dan pelayanan yang lebih baik.

Dia pun mendorong Kementerian Agama (Kemenag) sebagai penyelenggara ibadah haji agar terus memperbaiki pelayanan.

Baca juga: Daftar Tunggu Jemaah Haji Reguler Capai 5 Juta Orang, Kemenag Diminta Buat Perencanaan yang Baik

Sehinga penyelenggaraan ibadah haji kedepan bisa semakin baik dan berkualitas.

"Pelayanan di masyair, walaupun terjadi peningkatan (layanan) namun ini tidak sebanding dengan biaya yang diberikan," katanya.

Pihaknya pun bakal terus mengawal agar pelayanan haji ini bisa semakin baik. Satu di antaranya saat jamarah atau melempar jumrah sebagai salah satu rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. 

Kegiatan ini, kata dia, rentan sekali jemaah yang mengalami persoalan kesehatan bahkan meninggal.

Baca juga: Asrama Haji Indramayu Siap Digunakan 2023, Penerbangan Langsung dari Kertajati ke Saudi Arabia

"Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) melaporkan hingga hari ke-38 operasional haji di tahun 2015, misalnya, ada 380 jemaah wafat. Sementara pada 2016, ada 149 jemaah wafat. Tiga tahun berikutnya, angka kematian mencapai 274 (2017), 154 (2018), dan 151 (2019)," ucapnya. (*)

Baca berita TribunJabar.id lainnya di GoogleNews

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved