Waspada Kasus Covid-19 di Indramayu Meningkat Lagi, Disebabkan Covid-19 Omicron Subvarian Baru XBB?

Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu, Wawan Ridwan mengakui, dalam dua minggu terakhir, grafik peningkatan kasus Covid-19 di Indramayu meningkat.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Wawan Ridwan, Rabu (9/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu mengalami kenaikan. Hingga Kamis (10/11/2022), total kasus aktif Covid-19 di Indramayu mencapai 53 pasien.

Berdasarkan data yang dicatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu, pada hari kemarin tercatat ada peningkatan sebanyak 3 kasus baru yang terkonfirmasi.

Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu, Wawan Ridwan mengakui, dalam dua minggu terakhir, grafik peningkatan kasus Covid-19 di Indramayu meningkat.

Baca juga: Update Covid-19, Hari Ini Ada Penambahan 6.186 Kasus Baru, Turun Dibanding Kemarin

"Kita memang dalam 2 minggu terakhir ada peningkatan kasus, sebagian besar isolasi mandiri tapi ada juga yang dirawat namun gejalanya ringan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (11/11/2022).

Wawan Ridwan belum bisa memastikan apakah peningkatan kasus ini disebabkan oleh Covid-19 Omicron subvarian XBB.

Mengingat, untuk menentukan apakah benar subvarian baru itu harus dilakukan pengecek dahulu di Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Dinkes Kabupaten Indramayu juga sudah mengirimkan sampelnya ke Labkesda Provinsi. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pengecekan tersebut.

Masih disampaikan Wawan Ridwan, Covid-19 Omicron subvarian XBB, sekarang ini memang menjadi perhatian di pemerintah pusat.

Hal ini dikarenakan penularan Covid-19 varian baru ini terhitung cepat. Namun, proses sembuhnya juga cepat.

Kendati demikian, varian ini juga berbahaya. Sebagain besar kasus meninggal dunia akibat Covid-19 Omicron subvarian XBB rata-rata lansia berusia 60 tahun ke atas dengan komorbid.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Tasik Meningkat, Ada yang Terkena Varian Baru Covid-19

Selain itu, usia dibawah 60 tahun ke bawah khususnya yang belum vaksin juga dilaporkan tidak sedikit yang meninggal dunia akibat varian baru tersebut.

"Secara nasional, varian itu yang kita waspadai. Pak Menkes bahkan memprediksi dalam 1 bulan ke depan bisa saja menjadi puncak kasus," ujar dia.

Berdasarkan data pantauan Covid-19 yang dicatat Dinkes Kabupaten Indramayu, sejak awal pandemi hingga Kamis (10/11/2022) tercatat total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Indramayu ada sebanyak 22.787 orang.

Dengan rincian, kasus aktif saat ini ada sebanyak 53 orang, pasien sembuh ada sebanyak 21.897, dan pasien meninggal sebanyak 837 orang.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved