Menyedihkan, Puluhan Bocah di Bandung Barat Belajar Ngaji di Madrasah yang Nyaris Ambruk

Kondisi Madrasah Darul Amanah itu hanya berupa gubuk yang nyaris ambruk karena material bangunannya sudah lapuk termakan usia.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Sejumlah anak-anak saat belajar mengaji di Madrasah Darul Amanah di Jalan Pamoyanan, RT 4/13, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang nyaris ambruk. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sore itu cuaca mendung menyelimuti Jalan Pamoyanan, RT 4/13, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tetapi sejumlah anak terlihat semangat berjalan menyusuri jalan setapak di area perkebunan.

Dengan memakai baju muslim sambil menggendong tas, anak-anak itu berjalan beriringan, lalu satu per satu masuk ke Madrasah Darul Amanah yang kondisinya memprihatinkan, bahkan bisa disebut sudah tidak layak digunakan.

Kondisi madrasah itu hanya berupa gubuk yang nyaris ambruk karena material bangunannya sudah lapuk termakan usia.

Bahkan sebagian dindingnya sudah retak dan ada juga yang ambrol hingga temboknya menganga.

Baca juga: Jembatan Tajim di Bandung Barat Retak, Pembangunan Jalan di Wilayah Selatan KBB Kembali Terhambat

Sebagian dinding bangunan madrasah ini hanya bilik bambu yang sudah usang dan bagian atap luar dan dalam sebagian nyaris roboh karena hanya tersisa bambu penyangga genting dan jendela tanpa kaca.

Tidak hanya itu, kondisi lantai madrasah itu juga banyak yang sudah mengelupas dan bagian dalam pun hanya terdapat tikar alakadarnya serta lemari lapuk yang berisi beberapa Al-Quran dan buku agama.

Meski kondisi madrasah itu nyaris ambruk, anak-anak itu tampak riang gembira, bersemangat, dan tetap khusyuk saat belajar mengaji, padahal kondisi bangunan itu kapan saja bisa mengancam keselamatan mereka.

Lantunan ayat suci Al-Quran dan hafalan tajwid begitu terdengar menggema setelah seorang ustaz bernama Dede Hidayat (25) memulai untuk mengajar mengaji di madrasah yang berukuran 8x6 meter persegi dengan luas tanah 14 tumbak tersebut.

Baca juga: Tiga Maling di Cimahi-Bandung Barat Incar Motor Pakai Angkot, Ditangkap Polisi Setelah Curi Burung

"Kadang kalau hujan siap-siap kita pasang ember karena bangunannya ada lima titik yang bocor. Mau dibetulkan juga ke atas takutnya malah lebih roboh," ujar Dede saat ditemui di madrasah Darul Amanah, Kamis (10/11/2022).

Bangunan beserta tanah ini awalnya merupakan sebuah rumah milik satu keluarga, kemudian dihibahkan untuk dijadikan madrasah pada tahun 2020, agar anak-anak di kampung itu bisa lebih dekat untuk belajar mengaji.

"Setelah saya menyelesaikan pendidikan tahun 2020 ada lima bersaudara yang menghibahkan tanah 14 tumbak untuk tempat mengaji, tapi waktu itu tempat ini sama sekali tidak terurus," kata Dede.

Pria yang merupakan lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini langsung mengelola tanah dan bangunan hibah itu untuk dijadikan tempat pengajian, kemudian dia mencari referensi untuk mencari nama tempat tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved