Superball

Liverpool akan Dijual, Begini Masa Depan Juergen Klopp: Apa pun yang Terjadi, Saya Masih Setia

Liverpool dikabarkan bakal dijual oleh pemilik mereka saat ini, Fenway Sports Group atau FSG. Bagaimana dengan masa depan Juergen Klopp?

Editor: Hermawan Aksan
LINDSEY PARNABY/AFP
Juergen Klopp memeluk Darwin Nunez setelah duel Liverpool kontra Ajax di Liga Champions beberapa waktu lalu. Juergen Klopp mengatakan wacana penjualan klub tidak akan membuatnya berubah pikiran dan hengkang. 

TRIBUNJABAR.ID - Liverpool dikabarkan bakal dijual oleh pemilik mereka saat ini, Fenway Sports Group atau FSG.

Meskipun terkesan mendadak, waktu sekarang dinilai sebagai momen yang tepat bagi FSG untuk menjual klub Liga Inggris asal Merseyside tersebut.

Sejak memiliki Liverpool pada 2010, FSG perlahan mampu membimbing tim keluar dari kebangkrutan.

FSG membeli klub itu dengan harga 300 juta pounds (setara dengan Rp 5,4 triliun).

Baca juga: Hasil Lengkap Piala Liga Inggris: Liverpool & Man City Lolos, Arsenal & Tottenham Hotspur Tersingkir

Pengelolaan dalam perekrutan pelatih dan pemain membuat Liverpool bangkit dari keterpurukan.

Puncaknya, nama besar Liverpool bergaung lagi dengan kembali disegani selama periode dilatih oleh Juergen Klopp mulai tahun 2015.

Keberhasilan Liverpool memenangi Liga Champions pada 2019 dan Liga Inggris 2020 menjadi penanda era kebangkitan klub. 

Juergen Klopp mengatakan wacana penjualan klub tidak akan membuatnya berubah pikiran dan hengkang. 

Pada April 2022, Klopp menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2026.

“Dari yang saya baca, Liverpool sedang mencari investor baru. Itu ide yang bagus. Saya senang mendengarnya,” kata Klopp, dikutip BolaSport.com dari The Mirror

“Untuk saya hal itu tidak berarti apa-apa."

"Apa pun yang terjadi ke depannya, kalaupun kepemilikan klub berubah, saya tetap berkomitmen ke Liverpool.” 

Pria asal Jerman itu juga menganggap wajar wacana yang diajukan oleh FSG. 

Hal itulah yang membuatnya tidak terkejut saat mendengar rencana demikian. 

“Chelsea dijual, sementara Liverpool mencari investor baru. Itu dua hal berbeda."

"Setahu saya, FSG mencari investor dan itu hal yang masuk akal.” 

“Apa pun yang terjadi, saya masih loyal ke Liverpool."

"Tidak ada yang terkejut saat mendengar kabar itu,” tutur Klopp. 

Dilansir BolaSport.com dari Daily Mail, setidaknya ada dua alasan mengapa John W. Henry, pemilik Liverpool, ingin melepas dan menjual runner-up Liga Inggris musim lalu itu.

Alasan pertama adalah gagalnya Liga Super Eropa yang didengungkan pada 2021 karena protes keras suporter. 

Alasan kedua, dengan gagalnya Liga Super Eropa, maka pendapatan dan prospek masa depan klub akan terancam.

Liverpool adalah salah satu klub dengan neraca keuangan stabil. 

Akan tetapi, ancaman resesi pada tahun 2023 sedikit banyak akan memengaruhi kondisi klub. 

Kalau dijual sekarang, Liverpool  berada pada posisi lebih menguntungkan dengan pertimbangan bahwa skuad mereka diisi oleh staf, pemain, dan pelatih yang sudah matang.

Sejauh ini, terdapat beberapa nama yang dirumorkan menjadi peminat dari Liverpool sebagai pemilik anyar.

Di antaranya adalah RedBird Capital Partners yang baru saja mengakuisisi AC Milan pada pertengahan tahun lalu.

Nama lain adalah Syekh Khaled bin Zayed Al Nehayan yang sebelumnya pernah menawar Liverpool pada 2017 tetapi ditolak. (*)

Artikel ini sudah tayang di Bolasport.com

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved