Ketika Ratusan Anak di Majalengka Minta Dispensasi Nikah, Setengahnya karena Hamil di Luar Nikah

Demohon dispensasi nikah di Majalengka setengahnya merupakan calon pengantin wanita yang sudah berbadan dua.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar
Potret Kantor Pengadilan Agama Majalengka 

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Jumlah anak yang mengajukan dispensasi menikah di Kabupaten Majalengka, terus bertambah.

Tahun ini,sepanjang Januari hingga Oktober saja, sebanyak 467 permohonan dispensi menikah diajukan ke Pengadilan Agama Majalengka.

Jumlah itu lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Kasus Perceraian di Majalengka hingga Oktober Capai 4.169 Kasus, Faktor Utama Masalah Ekonomi

Tahun lalu, Pengadilan Agama Majalengka mendapatkan 419 permohonan anak untuk menikah.

Humas Pengadilan Agama Majalengka, Yayat Sofyan mengatakan, pemohon dispensasi nikah setengahnya merupakan calon pengantin wanita yang sudah berbadan dua.

Dispensasi menikah diajukan karena usia calon pengantin belum memenuhi syarat untuk bisa dinikahkan.

Agar si anak bisa tetap menikah, orang tuanya harus mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama.

Dispensasi keluar setelah melalui proses persidangan.

"Umumnya, dispensasi nikah itu karena faktor 'kecelakaan' sekitar 50 persen, selain itu pergaulan, tapi jumlah dispensasi itu persentasenya masih kecil. Yang kasus besar itu karena faktor ekonomi dan pendidikan," ujar Yayat kepada Tribun, Rabu (9/11).

Menurut Yayat, pergaulan bebas menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus anak hamil di luar nikah.

Baca juga: 467 Anak Majalengka Ajukan Dispensasi Nikah, Alasannya Banyak yang Karena Hamil Duluan

Mereka lantas mengajukan permohonan dispensasi nikah sebagai syarat menikah.

"Setelah diterima pengajuan dispensasi nikahnya, tidak terdeteksi apakah mereka cerai atau tidak. Karena setelah menikah dan bercerai, kategori perceraiannya berbeda baik bisa cerai talak maupun cerai gugat," ujar Yayat seraya mengungkapkan bahwa kasus dispensasi nikah terbanyak di Majalengka terdapat di wilayah Kecamatan Jatitujuh dan Palasah.

Pada kasus permohonan pengajuan dispensasi nikah, banyak syarat yang harus dipenuhi pemohon. Salah satunya, harus ada surat rekomendasi dari puskesmas.

"Karena itu sudah ada MoU PA dengan Dinas Kesehatan," jelas dia.

Angka perceraian di Majalengka dalam periode sama terbilang tinggi yakni 4.169 perkara.

Jumlah itu didominasi oleh perkara perempuan yang mengajukan cerai atau cerai gugat, dibanding laki-laki yang mengajukan cerai atau cerai talak.

"Dari 4.169 perkara, cerai gugat dari tahun 2020 selalu meningkat, artinya dari pihak perempuan yang mengajukan cerai dibanding laki-laki," katanya.

(eki yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved