Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship Siswa, Kepala SMAN 1 Bantarujeg Kembangkan Budidaya Ikan Lele

Tak hanya mengembangkan budidaya ikan lele, SMAN 1 Bantarujeg berinovasi mengembangkan berbagai produk makanan olahan berbahan dasar lele

istimewa
Tak hanya mengembangkan budidaya ikan lele, SMAN 1 Bantarujeg berinovasi mengembangkan berbagai produk makanan olahan berbahan dasar lele 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Langkah mendorong tumbuhnya jiwa enterpreneur siswa, sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki komptenesi dan daya saing dalam menghadapi tantangan, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Bantarujeg, Kabupaten Majalengka mengembangkan budidaya ikan lele.

Tak hanya mengembangkan budidaya ikan lele, SMAN 1 Bantarujeg yang berada di bawah binaan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat tersebut, juga berinovasi mengembangkan berbagai produk makanan olahan berbahan dasar lele.

Walhasil, saat ini tak hanya sukses menumbuhkan jiwa enterpreneur di kalangan siswa, SMAN 1 Bantarujeg juga mampu mengembangkan budidaya ikan lele lengkap dengan berbagai produk olahannya seperti nuget lele, lele crispy, steik dan bakso lele.

Kesuksesan SMAN 1 Bantarujeg dalam mengembangkan kegiatan tersebut merupakan buah kolaborasi semua pihak di bawah kepemimpinan Toto Warsito yang pernah menyandang predikat sebagai Kepala Sekolah Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional 2021.

Dalam bincang-bincangnya, Toto Warsito mengungkapkan, budidaya ikan lele yang dikembangkan SMAN 1 Bantarujeg merupakan inovasi yang dihadirkan dalam mendorong dan menumbuhkan jiwa enterpreneruship terhadap siswa.

Toto berharap, dengan menumbuhkan jiwa enterpreneurship, hal itu dapat menjadi bekal bagi para siswa. Terlebih, tak sedikit dari siswa-siswa di Majalengka yang memilih mencari pekerjaan selepas lulus SMA.

Dikatakan Toto Warsito, dirinya memahami betul tantangan yang dihadapi peserta didiknya saat ini, yang tentu dihadapkan dalam beberapa pilihan.

"Saya memahami ketika lulus, mereka yang memiliki keinginan dan dukungan berbagai hal dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Tapi di Majalengka tak sedikit juga yang langsung mencari pekerjaan atau bahkan menjadi pengangguran karena tidak memiliki kompetensi. Tantangan itulah yang ingin kita pecahkan bersama dengan pengenalan enterpreneur," ungkapnya.

Menurut Toto, melihat fenomena kondisi tersebut, sebagai kepala sekolah, dirinya pun kemudian dituntut untuk dapat melahirkan inovasi hingga kemudian terpikir untuk mengenalkan dan mendorong jiwa entrepeneurship tersebut kepada siswa melalui budidaya ikan lele dalam ember.

Seiring perjalanan, menurut Toto, pihaknya mendorong para siswa untuk dapat menciptakan produk olahan agar memiliki nilai ekonimi yang lebih tinggi. Sehingga kemudian muncul beberapa produk olahan ikan lele yang telah dihasilkan para siswa mulai dari nuget lele, lele crispy, steik dan bakso lele.

"Termasuk dalam pemasaran, kita maksimalkan era digital ini dengan tersedianya sejumlah e-commerce atau platform jualan online. Jadi dari hulu ke hilir," ujar Toto.

Berkaca dari hasil riset di sekolah, Toto menyebut hanya 40 persen dari alumni yang beruntung dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi pada setiap momentum kelulusan. Karena itu, Toto pun merasa harus turut memikirkan 60 persen nasib alumni lainnya melalui pengembangan entrepeneurship pendidikan di SMAN 1 Baturajeg.

"Meskipun tidak seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tapi inovasi saya di SMA ini membekali siswa keterampilan hingga bidang pengolahan dan pemasaran," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved