Kebakaran Balaikota Bandung
Ridwan Kamil Prihatin Bapelitbang Bandung Kebakaran, Ada Bagian yang Ia Desain
Ridwan Kamil mengatakan sempat mendesain sebagian kawasan Bapelitbang, yakni di bagian Planning Gallery.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku prihatin dengan kebakaran yang melanda Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bandung yang berada di komplek Balai Kota Bandung, Senin (7/11/2022).
Ridwan Kamil mengatakan sempat mendesain sebagian kawasan Bapelitbang, yakni di bagian Planning Gallery.
"Saya turut prihatin karena saya turut mendesain Bapelitbang itu, Bandung Planning Galery, saya enggak tahu itu kena atau tidak. Harusnya bawahnya enggak kena karena kan lantainya beton," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (7/11).
Ia mengatakan tidak bisa berkesimpulan terlalu jauh karena belum ada sebab akibatnya.
"Yang saya tahu semua bangunan pemerintah itu sudah ada syarat dan prasyarat karena Damkar mengaudit setiap bangunan dan fungsi. Tapi penyebabnya yang akan menjadi alasan apa yang harus saya sampaikan," katanya.
Kata Saksi Mata
Kebakaran hebat yang melanda Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung, Senin (7/11/2022), menyisakan satu cerita.
Cerita itu datang dari seorang satuan pengamanan (satpam) Balai Kota Bandung yang pertama kali mencoba memadamkan api di bagian atas Gedung Bappelitbang.
Satpam Balai Kota Bandung itu bernama Jajang Widianto.
Dia menceritakan mendapat laporan dan bersama rekan lainnya mendatangi lokasi kebakaran sampai melihat ada asap yang keluar dari atap.
"Saya berinisiatif bersama rekan saya untuk langsung mengambil APAR di pos dan lari ke lokasi serta naik ke atas. APAR satu per satu dilempar ke atas karena kalau sambil naik agak susah enggak ada jalan. Di atas memang sudah ada api namun masih kecil," katanya.
Jajang pun mengaku mencoba berjalan di atap hingga ujung api tampak membesar dan langsung menyemprotkan APAR.
"Tapi, tiba-tiba di atas keluar lagi api di titik berbeda. Saya lari lagi (pas di atas) meski agak susah sampai kaki saya jeblos dan terperosok. Sedangkan di bawah api sudah besar sampai tak mampu (dipadamkan) oleh APAR dan harus pakai pemadam," ujarnya.
Jajang pun menyebutkan evakuasi pegawai Bappelitbang Bandung yang berada di ruangan dibantu oleh rekan-rekan petugas keamanan lainnya lantaran api sudah terlanjur membesar.
"Ketika naik itu saya belum melihat ada api. Tapi, saat sudah di atas barulah terlihat. Saya turunnya pun meloncat dari gedung Bappelitbang ke gedung sebelah (Bagum) dibantu rekan lainnya," katanya.
Atas peristiwa ini, polisi bakal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari tahu penyebab kebakaran gedung tersebut.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung, mengatakan, pihaknya juga bakal meminta keterangan dari sejumlah orang terkait insiden tersebut.
"Seperti biasanya olah TKP, kami akan memeriksa dan memintai keterangan beberapa orang atau banyak orang yang ada di sekitar TKP," ujar Aswin saat ditemui di lokasi kejadian, Senin.
Saat ini, kata dia, baru satu orang yang diamankan untuk dimintai keterangan.
Namun, Aswin belum menyebut identitas dari pria tersebut.
"Belum kami sampaikan, nanti setelah selesai, beberapa yang kita amankan akan kita infokan lebih lanjut," katanya.
Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Deny Rahmanto, menambahkan, pria yang diamankan itu diketahui merupakan mandor pekerja bangunan yang memperbaiki atap Gedung Balitbang.
"Yang kita amankan satu, informasi terakhir ada empat orang pekerja, tiga lagi sedang kita cari (mereka pekerja) las rangka atap," ujar Deny.
Peristiwa kebakaran itu terjadi kala Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, memimpin rapat bersama jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan serikat buruh.
Menurut Yana, saat dia baru membuka rapat, tiba tiba ada teriakan kebakaran dan sudah mulai tercium bau kabel terbakar.
"Tanpa pikir panjang, semua yang ada di ruangan rapat membubarkan diri keluar ruangan," ujar Yana.
Yana belum bisa memberikan keterangan terperinci terjadinya kebakaran.
'"Nanti lebih jelasnya, ini masih panik, " ujar Yana.
Kebakaran yang terjadi pukul 10.25 baru bisa dipadamkan 90 menit kemudian dengan menerjunkan 12 unit mobil pemadam kebakaran.(Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemadam-bappelitbang-kota-bandung.jpg)