Jaga Stabilitas Industri, Kemenperin Luncurkan Indeks Kepercayaan Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut kondisi perekonomian global saat ini sedang tidak baik dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Istimewa
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Perindustrian, Wulan Aprilianti Permatasari, saat memberikan sambutan di acara Kick Off dan Bimbingan Teknis kuesioner indeks kepercayaan industri (IKI) di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (7/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut kondisi perekonomian global saat ini sedang tidak baik dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo, saat Kick Off dan Bimbingan Teknis Kuesioner Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (7/11/2022).

Kondisi ini, kata dia, membuat Kemenperin berusaha mendapat informasi akurat dan lengkap terhadap kondisi sektor industri pengolahan di Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan melalui peluncuran kuesioner indeks kepercayaan industri (IKI).

Program ini, kata dia, serupa dengan purchasing manager's index (PMI) yang dirilis oleh S&P Global dan Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI).

Hanya saja, kata dia, dalam laporan IKI, Kemenperin bakal meningkatkan jumlah responden sehingga bisa mewakili seluruh subsektor industri.

"Ini diperlukan untuk menjawab kecepatan dinamika tantangan ekonomi global saat ini dan menghadapi ketidakstabilan supply dan demand pasar produk industri, salah satunya dilakukan dengan pembentukan indeks kepercayaan industri (IKI)," ujar Dody.

IKI ini, kata dia, merupakan indeks perspektif yang dihitung berdasarkan tiga variabel yaitu pesanan, produksi, dan persediaan.

Indeks yang bernilai lebih dari 50 akan menunjukkan kondisi industri yang ekspansif atau optimistis.

"Sebaliknya indeks yang kurang dari 50 akan menunjukkan kondisi industri yang mengalami kontraksi," katanya.

Dalam pendataannya, perusahaan industri harus melaporkan kegiatan industrinya melalui kuesioner secara daring yang meliputi identitas perusahaan, perkembangan kegiatan industri, perkembangan volume produksi, perkembangan volume persediaan, dan prospek bisnis pada enam bulan ke depan.

Pengisian kuesioner dilakukan oleh pimpinan perusahaan atau pejabat yang ditunjuk dan dibuktikan dengan adanya surat kuasa dari pimpinan perusahaan.

Pengisian kuesioner ini dilakukan mulai tanggal 12 sampai dengan 23 setiap bulannya melalui portal SIINas.

Baca juga: Layani Pengembangan Sektor Industri, PLN Tuntaskan Pembangunan Gardu Induk 150 kV Semen Jawa

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved